x

Persiapkan Baksos Terintegrasi, Pemkab Malra Buka Kesempatan Kabupaten/Kota Ikut Daftar

waktu baca 3 menit
Rabu, 25 Mar 2026 06:41 251 Redaksi

 

Langgur, Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Tenggara membuka ruang kepada Kabupaten/Kota di Provinsi Maluku untuk mendaftarkan diri mengikuti kegiatan Bakti Sosial Terintegrasi yang diselenggarakan oleh Kementrian Sosial di Maluku Tenggara.

Sejumlah kesiapan telah dilakukan Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Tenggara melalui Dinas Sosial untuk penyelenggaraan Kegiatan Bakti Sosial Terintegrasi oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Plt. Kepala Dinas Sosial Titus Betaubun saat wawancara dengan media, Rabu (26/3/2026) menjelaskan, pada tanggal 6 Maret 2026 telah dilaksanakan Rapat Koordinasi secara daring antara Direktorat Rehabilitasi Sosial Lansia dan Sentra Meohai Kendari bersama Dinas Sosial Daerah Kabupaten Maluku Tenggara dan Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara.

Adapun rakor tersebut terkait Agenda Bakti Sosial dan Pemberitahuan kepada Publik tentang Bakti Sosial Terintegrasi dengan fokus Operasi Katarak dan Agenda Bakti Sosial (terlampir). Sekaligus rencana kunjungan Menteri Sosial RI di Kota Langgur Kabupaten Maluku Tenggara.

Pada tanggal 9 Maret 2026 lanjutan rakor antara Direktorat Rehabilitasi Sosial Lansia dan Sentra Meohai Kendari, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku selaku Dr. Ahli Operasi Katarak bersama Kepala Dinas Sosial Malra, Kepala Dinas Kesehatan Malra, Direktur RSUD Karel Sadsuitubun dan Pendamping Sosial (PPPK) Kementrian Sosial Wilayah Maluku Tenggara dan Petugas Puskesmas terkait lanjutan Agenda Bakti Sosial.

Titus mengatakan proses Skrining Pasien Katarak mulai dilakukan sejak 10 Maret 2026 di semua Puskesmas yang ada di Kabupaten Maluku Tenggara, melalui Surat Plh. Sekretaris Daerah Maluku Tenggara tentang Pemberitahuan kepada semua pihak terkait tanggal 9 Maret 2026.

Kepala Dinas Kesehatan melalui Surat Nomor: 400.7.16/55/Dinkes Tanggal, 09 Maret 2026, Perihal: Pelaksanaan Skrining Suspect Katarak dan sudah disampaikan Puskesmas se-Kabupaten Maluku Tenggara.

“Bakti Sosial Terintegrasi akan dihadiri Menteri Sosial Republik Indonesia dan Direktur SCTV Indonesia, sesuai rundown sementara rombongan tiba di Langgur tanggal, 15 April 2026 dan kembali tanggal 16 April 2026.”terang Titus.

Untuk Operasi katarak apabila Pasien lebih dari 250 orang akan dioperasi selama tiga hari bertempat atau terpusat di Rumah Sakit Umum Karel Sadsuitubun Langgur.

Untuk tempat Bakti Sosial diluar operasi katarak, akan dikoordinasikan dengan Bapak Bupati Maluku Tenggara.

sesuai arahan Kepala Sentra Meohai Kendari tidak jauh dari tempat operasi katarak sehingga semua layanan dapat dijangkau dengan mudah.

“Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku akan memfasilitasi peralatan atau bahan yang tidak dimiliki Kabupaten Maluku Tenggara.”pungkasnya.

Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara dapat menunjuk satu lokasi atau tempat penampungan untuk masyarakat yang melakukan Operasi Katarak dari area jauh atau Pulau-pulau.

Khusus untuk Bakti Sosial Khitanan dan Nikah Masal disesuaikan tempat dan diharapkan berlangsung serempak diberbagai titik yang ditentukan bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Tenggara dan Kementerian Sosial serta Sentra Meohai Kendari.

Kadis juga mengatakan berdasarkan data hasil skrining telah menyaring dan menetapkan 210 orang.

“Hasil skreaning sebanyak 210 orang, pasien akan di asesmen oleh ASN P3K Kemensos untuk memastikan kelengkapan syarat administrasi sekaligus persetujuan operasi,”tambahnya.

Hasil proses skreaning itu sendiri dijelaskan menyertakan Google Form sehingga pendataan terpantau di kementrian.

Selain itu, Titus juga mengatakan sesuai arahan Bupati Maluku Tenggara maka Pemerintah Daerah membuka ruang kepada Kabupaten/Kota di provinsi Maluku untuk turut serta mengikuti kegiatan ini.

“Operasi Katarak ini adalah program dari Direktorat Rehabilitasi Sosial Lansia dan Sentra Meohai Kendari yang memiliki wilayah kerja di Maluku, Maluku Utara dan Sulawesi, dan Maluku tengara sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan, sehingga tentu kabupaten/kota di maluku bisa turut ikut dalam kegiatan ini,”pungkas Titus.

Adapun jika ingin mengikuti kegiatan tersebut, Titus menyarankan kepada Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan kabupaten/Kota agar melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Direktorat Meohai.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA