MENU Senin, 08 Jun 2026
x

Tim Puslitbang Polri Laksanakan Bimtek Bekali Personil Polres Tual Wujudkan Kamtibmas Humanis

waktu baca 5 menit
Senin, 8 Jun 2026 01:53 47 Redaksi

 

Tual – Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Polri melaksanakan kegiatan penelitian mendalam mengenai peran kepolisian dalam penanganan penyampaian pendapat di muka umum atau unjuk rasa.

Kegiatan ini bertempat di Aula Jananuraga Polres Tual, Senin (8/6/2026), bertujuan mengevaluasi kinerja sekaligus merumuskan pola penanganan terbaik demi menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya PJU Polres Tual, Danyon Brimob, Para Perwira Polres Tual, Kepala Dinas perhubungan Kota Tual, Kepala Kesbangpol Kota Tual, Kasat Pol PP, Rektor Uningrat Tual, Raja Tual, Raja Dullah, Raja Ohoitahit, Tokoh Pemuda Taar, Ketua Ojek Online (Drive), Ketua Buruh , Kepala Desa Tameda, Kepala Desa Labetawi , Kepsek SMA Negeri 5 Tual, Kepsek SMA Negeri I Tual,

Kegiatan Puslitbang Polri yang dipimpin langsung oleh Ketua Tim Kombes Pol, Saefudin Mohammad, S.I.K., di damping Wakapolres Tual Kompol Roni Ferdinan Manawan, S. Sos., S.H.

Hadir Tim peneliti oleh pejabat Puslitbang Polri bersama Kompol Asep Budi Rajat selaku peneliti, serta menggandeng Bapak Triyono dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan rekan Rizki sebagai anggota tim.

Kegiatan dibuka langsung oleh Wakapolres Tual Kompol Roni Ferdinan Manawan, S. Sos, S.H., di lanjutkan dengan Sambutan Yang saya hormati Ketua Tim Puslitbang Polri Bapak Kombes Pol Syafrudin Muhammad, S.I.K., beserta seluruh anggota tim, para pimpinan instansi terkait, serta hadirin sekalian.

Wakapolres Roni dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Kapolres Tual karena sedang bertugas ke luar wilayah hukum Kota Tual mewakili institusi.

Wakapolres menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran Tim Puslitbang Polri yang berkenan menyambangi dan mengunjungi Polres Tual.

Kehadiran Tim tersebut dalam rangka memberikan arahan, masukan, dan pemaparan terkait tata cara Polri dalam menangani unjuk rasa dan demonstrasi menjadi bekal paling berharga dilapangan.

Ia juga menjelaskan bahwasannya Polres Tual merupakan salah satu wilayah yang cukup sering terjadi gelombang unjuk rasa. Berbagai elemen masyarakat, mulai dari organisasi kemasyarakatan, pemuda, hingga kelompok warga, sering menyampaikan aspirasinya lewat demonstrasi.

Hal ini dilatarbelakangi oleh dua hal utama, yakni, ketidakpuasan masyarakat terhadap kebijakan yang ditetapkan oleh Pemerintah Kota Tual, maupun ketidakpuasan masyarakat terhadap penanganan kasus hukum yang sedang kami proses.

“Lokasi penyampaian aspirasi ini pun tersebar, ada yang berlangsung di lingkungan kantor pemerintahan daerah, maupun yang berakhir di halaman depan Markas Komando Polres Tual.”papar Wakapolres.

Kondisi ini menuntut Pihaknya untuk selalu siaga, tenang, dan cermat bertindak agar tidak terjadi kesalahpahaman yang bisa memicu keributan.

Bimbingan teknis yang diberikan hari ini dinilai sangat tepat waktu dan sangat dibutuhkan.

“Mulai dari persiapan personel, penyusunan taktik, hingga pendekatan persuasif, semuanya menjadi acuan kami ke depannya. Kami berharap melalui diskusi dan arahan ini, terbangun mekanisme serta tatanan penanganan yang baku, manusiawi, dan sesuai aturan.”ucapnya.

Sinergi antara pihak kepolisian dan pemerintah daerah yang hadir hari ini diharapkan semakin kokoh. Tujuannya adalah agar Polres mampu menangani setiap demonstrasi dengan baik, mendengarkan aspirasi masyarakat, dan memberikan penyelesaian yang adil serta memuaskan hati masyarakat, namun tetap menjaga keamanan dan ketertiban umum.

Dalam Kegiatan Puslitbang Polri, Ketua Tim Kombes Pol, Saefudin Mohammad, S.I.K Menyampaikan bahwa penelitian ini merupakan salah satu program prioritas Puslitbang Polri untuk mendukung tugas pokok institusi, baik dari sisi operasional maupun pembinaan, guna mewujudkan visi Polri yang Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan).

Fokus riset ini dianggap sangat krusial mengingat wilayah hukum Polres Tual tercatat cukup sering terjadi gelombang demonstrasi yang hasratnya tinggi terhadap potensi gangguan kamtibmas.

“Penelitian ini kami laksanakan sebagai bahan evaluasi sejauh mana pelayanan dan pengamanan yang dilakukan kepolisian berjalan baik, sehingga hak konstitusi warga negara untuk menyampaikan aspirasi tetap terjamin, namun ketertiban umum tetap terjaga. Penanganan yang tidak tepat tentu akan berdampak buruk bagi stabilitas daerah,” ungkap Ketua Tim dalam sambutannya.

Penelitian ini menggunakan metode campuran (Mix Method) yang menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pada tahap kuantitatif yang telah dilakukan sebulan sebelum kedatangan tim, survei disebar kepada 251 responden yang terdiri dari 199 personel Polri dan 52 warga masyarakat Kota Tual. Data tersebut dikumpulkan untuk memetakan harapan, persepsi, dan kualitas layanan keamanan menurut pandangan publik maupun aparat.

Sementara itu, tahap kualitatif yang berlangsung hari ini melibatkan sesi wawancara mendalam dengan unsur kepolisian, perwakilan pemerintah daerah, serta masyarakat.

Tim berharap informasi yang didapat bersifat objektif dan apa adanya, guna menjadi dasar penyusunan saran dan rekomendasi bagi pimpinan Polri di tingkat pusat. Nantinya, rekomendasi ini akan menjadi acuan model penanganan unjuk rasa yang sesuai dengan karakteristik wilayah dan harapan masyarakat.

Teknis pelaksanaan dibagi ke dalam beberapa kelompok: Bapak Triyono dari BRIN memandu diskusi dengan unsur masyarakat; Kompol Asep Budi Rajat menangani fungsi Reserse, Lalu Lintas, dan Binmas; sedangkan fungsi Intelijen, Samapta, dan Brimob akan dipimpin langsung oleh Ketua Tim.

Di akhir kegiatan, seluruh pihak sepakat bahwa hasil riset ini akan sangat bermanfaat mengingat dinamika sosial di Kota Tual yang kerap memunculkan aksi unjuk rasa, baik terkait kebijakan pemerintah daerah maupun penanganan kasus hukum. Sinergi antara hasil kajian ilmiah dan pengalaman di lapangan diharapkan melahirkan mekanisme baru yang lebih matang, manusiawi, dan kondusif agar setiap aspirasi warga tersalurkan damai tanpa merusak ketenangan bersama.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA