
Langgur, Euforia Piala Dunia 2026 khususnya di Kepulauan Kei menjadi daya tarik tersendiri bagi mancanegara, lantaran dukungan para fans terhadap negara idolanya selalu menampilkan hiruk pikuk yang sangat menarik, salah satunya dari Para Fans German.
Menyikapi hiruk-pikuk yang selalu terjadi pada pagelaran 4 tahun sekali itu, Ketua German Fans Club (GFC) Kepulauan Kei Luther Chaky Rahajaan, menegaskan bahwa kegiatan konvoi kemenangan harus dilaksanakan dengan tertib, aman, dan penuh rasa tanggung jawab.
Luther menyampaikan bahwa GFC Kepulauan Kei sengaja menunda pelaksanaan konvoi hingga siang hari sebagai bentuk penghormatan kepada saudara-saudara umat Kristen yang melaksanakan ibadah Minggu pada pagi hari.
Menurutnya, semangat mendukung Tim Nasional German harus berjalan seiring dengan nilai-nilai toleransi, persaudaraan, dan saling menghargai antarumat beragama.
Rahajaan juga mengimbau seluruh peserta untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas, mengikuti arahan koordinator lapangan, tidak melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya, serta menjaga nama baik komunitas GFC Kepulauan Kei.
“Kita ingin menunjukkan bahwa pendukung sepak bola dapat merayakan kemenangan dengan cara yang tertib, terarah, dan menghormati masyarakat. Mari kita menjadi contoh yang baik bagi komunitas-komunitas lainnya di Kepulauan Kei,” tegasnya. Senin (29/6/2026).
Rahajaan menggaungkan GFC Kepulauan Kei — Tertib dalam Perayaan, Tinggi dalam Toleransi.
Tidak ada komentar