MENU Minggu, 25 Okt 2026
x

4.000 Penari Meriahkan Puncak FPMK 2026 di Malra, Bupati Hanubun : Pariwisata Kei Berdampak Untuk Masyarakat

waktu baca 2 menit
Minggu, 25 Okt 2026 02:59 44 Redaksi

(4.000 Penari menampilkan Tarian Kilwar di Puncak FPMK 2026, Foto : Diskominfo Malra)

Langgur, sebanyak 4.000 penari yang terdiri dari siswa-siswi SD hingga SMP, Tenaga Pendidik, serta seluruh unsur masyarakat dengan menampilkan Tarian Kilwar mewarnai momen puncak Festival Pesona Meti Kei (FPMK) Tahun 2026 yang bertempat di Pantai Pasir Panjang, Ohoi Ngilngof, Kabupaten Maluku Tenggara, Sabtu (24/10/2026).

Momen puncak FPMK di Maluku Tenggara itu memberikan kesan yang sangat luar biasa ketika 4.000 penari secara kompak dan serasi menggunakan baju adat merah menampilkan tarian kilwar tanpa ada kesalahan serta disaksikan oleh ribuan penonton yang terdiri dari masyarakat lokal hingga wisatawan luar negeri.

Momen tersebut turut disaksikan langsung oleh Gubernus Maluku Hendrik Lewerissa, didampingi Bupati Maluku Tenggara Muhammad Thaher Hanubun, Forkopimda, dan seluruh instansi.

Bupati Maluku Tenggara saat memberikan sambutan mengatakan Festival Pesona Meti Kei atau FPMK adalah agenda rutin tahunan. Tetapi FPMK tidak dirancang sekadar untuk seremoni. Bukan sekadar panggung dan eforia. Tujuan penting FPMK kurang lebih ada empat, yakni :

Pertama, pariwisata Maluku Tenggara harus makin dikenal, nama Kepulauan Kei harus menjadi lebih besar

Kedua, Kepulauan Kei makin menarik untuk dikunjungi. Potensi wisata hanya bisa bermanfaat jika mampu menarik kunjungan wisatawan;

“Ketiga, wisata Kei semakin memberi kenyamanan. Wisatawan bisa datang dan akan kembali lagi, apabila mendapatkan pengalaman yang berkesan,”ujarnya.

Keempat, yang paling penting, pariwisata Kei harus bermanfaat bagi seluruh masyarakat.

Bupati juga menegaskan bahwasannya Budaya tidak berhenti di atas panggung seremoni, Budaya tidak selesai ketika lampu panggung dimatikan.

Budaya hidup dalam keseharian. Dalam cara kita menyapa, dalam cara kita menolong dan dalam cara menghormati tamu.

“Inilah kekuatan sejati wisata Kei ke depan. Karena obyek dan destinasi wisata bisa dibangun dan bisa ditiru, tetapi keaslian budaya dan ketulusan Masyarakat, adalah sesuatu yang jauh lebih bernilai.”tegasnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA