
( Kolaborasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Malra bersama Tim INOVASI laksanakan TOT fasilitator Literasi tingkat SD)
Langgur, Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Tenggara berkolaborasi bersama INOVASI (Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia) menggelar kegiatan Training Of Trainers (TOT) Fasilitator Literasi Tingkat SD di 11 Kecamatan.
Kegiatan bertempat di aula room RRI Langgur, senin (5/10/2026), dibuka secara langsung oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Malra Bin Raudha Arif Hanubun, didampingi Tim INOVASI yaitu Provincial education Coordinator Agus Prihantoro, District Officer Kabupaten Maluku Tenggara Verodias Berre, serta para guru dan pengawas peserta kegiatan.
Raudha dalam sambutannya mengatakan atas nama Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maluku Tenggara, menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mempersiapkan dan menyelenggarakan kegiatan yang sangat penting ini.

Raudha juga menyambut seluruh peserta kegiatan yang hadir pada momen pelatihan tersebut.
Menurutnya kehadiran dalam mengikuti kegiatan ini bukan semata-mata untuk sebuah pelatihan, tetapi untuk mengambil bagian dalam tanggung jawab besar, yaitu meningkatkan mutu pendidikan dan membangun kemampuan literasi anak-anak Maluku Tenggara.
“Bapak dan Ibu yang saya hormati,
Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun masa depan sebuah daerah. Di dalam proses pendidikan tersebut, literasi merupakan salah satu kemampuan mendasar yang harus dikuasai oleh setiap peserta didik.”tuturnya.
Ditegaskan Literasi tidak boleh dipahami hanya sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi literasi adalah kemampuan peserta didik untuk memahami apa yang dibaca, menemukan dan mengolah informasi, berpikir kritis, menyampaikan gagasan, serta menggunakan pengetahuan untuk menyelesaikan berbagai persoalan dalam kehidupan sehari-hari.
“Ketika kita berbicara mengenai peningkatan literasi, sesungguhnya kita sedang berbicara mengenai peningkatan mutu pembelajaran. Hal ini menjadi sangat penting pada jenjang Sekolah Dasar.”imbuhnya
Ia menjelaskan bahwasannya Sekolah Dasar merupakan tempat untuk membangun fondasi kemampuan belajar seorang anak. Jika fondasi literasinya kuat, maka anak akan lebih siap mempelajari berbagai bidang ilmu pada jenjang pendidikan selanjutnya.

Sebaliknya, apabila kemampuan literasi dasar belum terbentuk dengan baik, peserta didik akan mengalami kesulitan dalam memahami berbagai mata pelajaran.
“Oleh karena itu, peningkatan literasi harus menjadi gerakan bersama seluruh warga sekolah. Kita menyadari bahwa penyelenggaraan pendidikan di Kabupaten Maluku Tenggara memiliki karakteristik dan tantangan tersendiri.”tegasnya.
Kondisi geografis kepulauan, perbedaan akses terhadap sumber belajar dan sarana pendidikan, serta kebutuhan peningkatan kompetensi pendidik menuntut kita untuk terus melakukan inovasi.
Namun demikian menurutnya perbedaan kondisi tersebut tidak boleh menyebabkan perbedaan dalam kualitas layanan pendidikan.
“Anak yang bersekolah di pusat kota maupun anak yang berada di desa dan wilayah kepulauan memiliki hak yang sama untuk memperoleh layanan pendidikan yang bermutu.”paparnya.
Raudha menegaskan agar memastikan bahwa di mana pun seorang anak Maluku Tenggara berada, ia memperoleh kesempatan yang sama untuk membaca, belajar, bertanya, berpikir, berkembang, dan meraih cita-citanya.
Semangat tersebut sangat sejalan dengan nilai luhur masyarakat Kei, yaitu Ain ni Ain.
“Kita adalah satu dalam kebersamaan. Kemajuan pendidikan tidak hanya menjadi urusan satu sekolah, satu guru, satu pengawas, ataupun Dinas Pendidikan. Pendidikan adalah kerja bersama.”tambahnya.
Dalam semangat Ain ni Ain, keberhasilan satu sekolah harus menjadi inspirasi bagi sekolah yang lain. Praktik baik seorang guru harus dapat dibagikan kepada guru yang lain. Guru yang memiliki kemampuan lebih harus mampu mendampingi rekan sejawatnya.
Raudha berharap kegiatan ini tidak berhenti setelah TOT selesai, Ilmu yang diperoleh harus dibawa kembali ke sekolah dan gugus masing-masing. Praktik-praktik baik harus didiseminasikan.
“Guru-guru lain harus diberikan ruang untuk belajar bersama. Dan seluruh proses tersebut harus bermuara pada perubahan nyata dalam praktik pembelajaran di ruang kelas.”pesannya.
Tidak ada komentar