MENU Senin, 05 Okt 2026
x

Bupati Hanubun Tegaskan 3 Prinsip Utama Dalam Pengadaan Barang dan Jasa di Malra

waktu baca 2 menit
Senin, 5 Okt 2026 05:22 58 Redaksi

(Bupati Maluku Tenggara Muhammad Thaher Hanubun saat memberikan arahan)

 

Langgur, Bupati Muhammad Thaher Hanubun menegaskan 3 prinsip utama yang harus dimiliki dalam proses pengadaan barang dan jasa di Maluku Tenggara saat pembukaan kegiatan Training Of Trainers (ToT) Pengelolaan Pengadaan Barang dan Jasa di Desa.

Pemerintah Daerah melalui Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) Sekretariat Daerah Kabupaten Maluku Tenggara menggelar Training Of Trainers (ToT) yang dibuka langsung oleh Bupati Muhammad Thaher Hanubun didampingi Wakil Bupati Charlos Viali Rahantoknam, Plt. Sekda serta sejumlah pimpinan OPD lingkung Kabupaten Maluku Tenggara, diruang rapat Bupati, Senin (5/10/2026).

Saat memberikan arahan, Bupati mengatakan Pengadaan barang dan jasa di Ohoi bukan sekadar proses administratif untuk membelanjakan anggaran.

Menurutnya Pengadaan adalah instrumen tata kelola pemerintahan untuk memastikan setiap rupiah anggaran menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Bupati menegaskan tiga prinsip utama.

Pertama, kepatuhan.

Setiap proses pengadaan harus dilaksanakan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan dokumentasi dan prosedur yang dapat dipertanggungjawabkan.

Kedua, efisiensi dan efektivitas. 

Anggaran Ohoi harus menghasilkan value for money—barang atau jasa yang tepat kualitas, tepat harga, tepat kebutuhan, dan tepat sasaran.

Ketiga, transparansi dan akuntabilitas.

Bupati mengatakan Jangan sampai keterbatasan kapasitas administrasi menjadi alasan terjadinya kesalahan, pemborosan, atau penyimpangan dalam pengelolaan dana Ohoi.

“Saya berharap TOT ini tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan, tetapi menghasilkan trainer yang mampu mentransfer kompetensi kepada aparatur Ohoi secara praktis dan seragam. Kita harus membangun sistem, bukan hanya mengandalkan individu.”tegas Bupati.

Ia juga berpesan kepada para peserta agar setelah kegiatan ini dapat memahami aturan, kuasai proses, tertibkan administrasi, dan jangan takut bertanya sebelum mengambil keputusan.

“Saya tegaskan, Dana Ohoi adalah uang rakyat.”pesannya.

Menurutnya Setiap rupiah harus dapat dijelaskan, dibuktikan, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA