MENU Selasa, 29 Sep 2026
x

Kolaborasi GPM Klasis Pulau Kei Kecil dan Ohoi Ur Pulau, Tebar 2.200 Bibit Teripang Sekaligus Sasi Laut

waktu baca 2 menit
Selasa, 29 Sep 2026 13:22 54 Redaksi

(prosesi penjemputan Wakil Bupati Malra dan rombongan dan penaburan benih teripang pasir di Ur Pulau)

Langgur, Kolaborasi dan kerjasama Gereja Protestan Maluku (GPM) Klasis Pulau – Pulau Kei Kecil dan warga Ohoi Ur Pulau, Kecamatan Kei Kecil Barat, Kabupaten Maluku Tenggara, dengan membudidayakan 2.200 anakan teripang sekaligus melaksanakan Sasi Laut.

Warga masyarakat Khususnya di Kabupaten Maluku Tenggara kembali di kejutkan dengan suatu gerakan kecil yang berdampak besar oleh warga Ohoi Ur Pulau, dengan agenda penaburan Bibit teripang sekaligus sasi laut.

 

Kegiatan yang berlangsung di Ur Pulau itu dihadiri dan disaksikan langsung oleh Wakil Bupati Maluku Tenggara Charlos Viali Rahantoknam, didampingi staf ahli Bupati ekonomi dan keuangan Kace Rahajaan, serta Ketua Klasis Pdt. D. S. Oraile,S.Th. Selasa (29/9/2026).

Berdasarkan surat masuk oleh GPM Klasis Pulau-pulau kei kecil dan Kota Tual menerangkan bahwasannya menindaklanjuti hasil Keputusan Persidangan ke-73 Klasis GPM Pulau-Pulau Kei Kecil tahun 2026, akan dilaksanakan kegiatan Pembentukan Klaster Teripang khusus di Ur Pulau yaitu Penebaran 2000 anakan teripang.

Kegiatan ini juga merupakan upaya Gereja Protestan Maluku untuk menopang program utama Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara yaitu Pengembangan Ekonomi dan Pangan.

Adapun agenda kegiatan dimulai dengan prosesi penjemputan Wakil Bupati dan rombongan oleh tokoh adat, serta masyarakat di gerbang masuk ohoi.

Dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara di dalam Gereja Sion Ur Pulau. Kemudian rombongan menggunakan speedboat menuju lokasi budidaya teripang dan penanaman sasi.

Sebelum dilaksanakannya proses sasi, Wakil Bupati serta rombongan terlebih dahulu menebar anakan teripang jenis teripang pasir di lokasi budidaya.

Akhirnya dibawah arahan tetua adat, proses pemasangan janur kuning sebagai tanda terpasang sasi dipantai ur pulau.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media, sasi tersebut akan dipasang dan akan dicabut setelah 3 tahun.

Tindakan ini dilakukan sebagai upaya pelestarian teripang di ohoi Ur Pulau, sekaligus sebagai momen pemulihan ekosistem laut untuk generasi yang akan datang.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA