MENU Selasa, 22 Sep 2026
x

Civitas STIA Langgur Gelar Diskusi Publik, Hadirkan Sejumlah Tokoh Bahas “Kedaulatan Rakyat Yang Terlupakan”

waktu baca 3 menit
Selasa, 22 Sep 2026 08:52 42 Redaksi

 

Langgur, Civitas Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Langgur melakukan kegiatan diskusi publik dengan mengusung topik “Kedaulatan Rakyat Yang Terlupakan,” dengan menghadirkan sejumlah tokoh berpengaruh didaerah untuk mengkaji secara dalam dan lugas topik tersebut

Suasana ruang kuliah pada siang hari di STIA Langgur hari Senin (21/9/2026), memberikan kesan dan suasana yang berbeda pada hari-hari biasanya dengan kehadiran sejumlah tokoh-tokoh berpengaruh yang hadir memberikan sejumlah pandangan pada momen diskusi publik yang digelar oleh Mahasiswa-Mahasiswi.

Agenda diskusi publik yang diinisiasi oleh Mahasiswa-mahasiswi Semester 7 itu dipandu secara langsung oleh dosen mata Kuliah Andy Lasol, turut menghadirkan beberapa nama berpengaruh seperti Sekretaris DPD Golkar Maluku Tenggara Paul Kameubun, Sekretaris DPD PKS Malra Wahyudin Fakaubun, Sekretaris DPC Gelora Malra Stenly Ohoira, Komisioner KPU Maluku Tenggara Triko Notanubun, dan Jurnalis Fredy Jamrewav sebagai Pengamat Diskusi.

Sejumlah paparan dan kritikan disampaikan oleh mahasiswa khususnya kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang dinilai memiliki kelemahan-kelemahan krusial dalam membantu masyarakat khususnya mendorong program-program ke Pemerintah Daerah yang menyentuh rakyat.

“Kedaulatan Rakyat hanya akan digubris ketika momen-momen tertentu seperti pada penyelenggaraan Pemilu. Tentunya sebuah komitmen yang tegas harus dibuat dalam rangka bentuk pertanggungjawaban oleh Anggota DPRD kepada rakyatnya,”tandas para mahasiswa.

Mereka juga mempertegas terkait dilematisnya seorang anggota DPRD ketika dihadapkan pada pilihan antara memperjuangan kepentingan rakyat atau Kepentingan Partai.

Menanggapi pertanyaan ini, Sekretaris DPD Partai Golkar Malra Paul Kameubun mengatakan bahwasannya partai sebagai wadah dan tempat untuk memperjuangkan kepentingan rakyat. Ditegaskan kepentingan partai tidak mengabaikan kepentingan rakyat sebab mereka adalah perwakilan rakyat.

“Partai itu menyaring, membina kadernya untuk memperjuangkan keinginan dan harapan rakyat. Sehingga mereka yang nantinya duduk di kursi DPRD adalah yang telah diseleksi dan memenuhi kriteria agar mampu memperjuangkan kepentingan rakyat,”ujar Sekretaris Partai Gelora Malra Stenly Ohoira

Komisioner KPU Malra Triko Notanubun juga memberikan pendidikan politik agar mahasiswa – mahasiswi dapat menjadi “Agen Perubahan,” yang mampu berpikir kritis dan mengedukasi masyarakat tentang pilihan-pilihan yang harus dilakukan.

Memilih dengan cerdas dan kritis menjadi nasehat Triko kepada para mahasiswa.

“Jika ingin memilih, pilihlah yang memiliki kemampuan, dan mampu memperjuangan aspirasi rakyat kedepannya. Jangan melihat pada uang yang diberikan oleh oknum-oknum tertentu pada momen Pemilu. Sebab kesejahteraan rakyat itu memerlukan waktu dan proses,”pungkasnya.

Sejumlah dialog dan diskusi antara mahasiswa dan para narasumber terus berlangsung selama proses diskusi berjalan.

Pada penghujung diskusi, para narasumber berharap kegiatan diskusi serupa dapat terus dilakukan dengan menghadirkan sejumlah narasumber lainnya sebagai sumber referensi dan pembobotan terhadap pola pikir dan sudut pandang mahasiswa menyikapi kondisi-kondisi yang dihadapi masyarakat maluku tenggara saat ini.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA