MENU Rabu, 12 Agu 2026
x

Bupati Hanubun Tegaskan Pentingnya Menjaga Makanan Higenis dan Berkualitas Berdampak Besar Untuk Daerah

waktu baca 3 menit
Rabu, 12 Agu 2026 03:20 70 Redaksi

 

Langur, Bupati Maluku Tenggara Muhammad Thaher Hanubun menegaskan pentingnya menjaga kualitas, higenis, dan aman dikomsumsi akan memberikan dampak yang besar bagi daerah.

Hal ini disampaikan Bupati ketika menyampaikan sambutan dalam pembukaan Pelatihan Keamanan Pangan Siap Saji Bagi Penjamah Pangan Tahun 2026, bertempat di Aurelia Hotel, Rabu (12/8/2026).

Bupati menegaskan Keamanan Pangan merupakan investasi bagi pembangunan SDM, masyarakat yang mengkonsumsi pangan yang aman akan memiliki derajat kesehatan yang lebih baik, produktifitas yang lebih tinggi, serta mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Isu keamanan Pangan Siap Saji menjadi penting, publik sering mendengar dan dipertemukan dengan informasi yang dikenal dengan sebutan KLB Keracunan Pangan, yang disebabkan karena kebersihan penyajian, pemakaian bahan yang dilarang untuk pangan, adanya cemaran, keracunan pangan serta penggunaan (gula, garam dan lemak) yang berlebihan pada komponen makanan.

“Kabupaten Maluku Tenggara memiliki potensi yang sangat besar di bidang perikanan, hasil laut, pertanian, serta kuliner berbasis pangan lokal yang menjadi kebanggaan daerah. Kekayaan tersebut harus kita kelola dengan baik sehingga mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.”terang Bupati.

Menurutnya Produk pangan yang aman dan berkualitas akan meningkatkan daya saing UMKM, memperluas peluang investasi, sekaligus memperkuat sektor pariwisata daerah.

Wisatawan yang datang ke Maluku Tenggara bukan hanya menikmati keindahan pantai, laut, dan budaya Kei, tetapi juga menikmati kuliner khas daerah.

Ia juga menyinggung kualitas keamanan pangan menjadi salah satu cerminan kualitas pelayanan dan citra Kabupaten Maluku Tenggara.

“Apabila makanan yang disajikan aman, higienis, dan berkualitas, maka kepercayaan masyarakat maupun wisatawan akan semakin meningkat.”Paparnya.

Sebaliknya, apabila terjadi keracunan pangan akibat kelalaian dalam pengolahan makanan, maka bukan hanya konsumen yang dirugikan tetapi juga pelaku usaha, citra daerah, dan perkembangan sektor pariwisata

penyajian makanan yang bersih dan aman, para pedagang menjaga kesehatan diri sendiri. Ketika menjaga kebersihan tempat usaha, sesungguhnya sedang menjaga nama baik Kabupaten Maluku Tenggara.

“Saya mengajak seluruh penjamah pangan untuk memandang profesi ini bukan hanya sebagai mata pencaharian, tetapi juga sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.”imbuhnya.

Berkaitan dengan Program Strategis Nasional yakni Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan program prioritas pemerintah, dinilai perlu adanya peningkatan pengetahuan bagi penjamah makanan siap saji agar setiap makanan yang disajikan, akan dikonsumsi oleh anak-anak, ibu hamil, Ibu Menyusui harus memenuhi syarat kesehatan.

“Setiap tahapan pengolahan makanan harus dilakukan secara higienis dan bertanggung jawab”ucap Bupati.

Orang Nomor satu di Maluku Tenggara itu mengatakan agar dalam menjaga kesehatan, dan kualitas, maka harus dimulai dari langkah-langkah sederhana namun sangat penting yakni :

Menjaga kebersihan diri sebelum mengolah makanan, Mencuci tangan dengan benar menggunakan sabun, Menggunakan air bersih yang memenuhi syarat kesehatan.

Menjaga kebersihan peralatan dan tempat pengolahan, Memisahkan bahan mentah dan makanan siap saji, Menjaga suhu penyimpanan makanan sesuai ketentuan

Menggunakan bahan pangan yang aman dan memiliki izin edar apabila dipersyaratkan, Menjaga sanitasi lingkungan tempat usaha.

“Saya berharap seluruh peserta pelatihan ini menjadi Pelopor, Penggerak, dan Agen Perubahan di lingkungan masing-masing dalam mewujudkan pangan yang aman, Saya berharap setelah mengikuti kegiatan ini Sebarkan ilmu yang Saudara peroleh, Bangun budaya kerja yang bersih, terapkan higenis.”tutupnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA