
Jakarta, Bupati Maluku Tenggara menyerahkan proposal pembangunan dan pengembangan sejumlah pelabuhan yang ada didaerah kepada Direktur Jenderal Perhubungan Laut RI.
Pertemuan Bupati Malra Muhammad Thaher Hanubun dan Dirjen Perhubungan Laut Muhamad Masyhud, ST.,MT di jakarta, selasa (7/4/2025), berlangsung sangat hangat dan penuh momen berharga.
Terlihat saat pertemuan tersebut, Bupati menyerahkan proposal pembanguan dan pengembangan pelabuhan, yakni Pelabuhan Elat, Banda Ely, dan Pelabuhan Uf
Sebelum menyerahkan proposal, Bupati Hanubun dalam paparannya menyampaikan bahwasannya Kabupaten Maluku Tenggara adalah Kabupaten Kepulauan dengan kondisi obyektif wilayah yang merupakan kawasan pesisir dan pulau pulau kecil. Kabupaten Maluku Tenggara terdiri atas Gugusan Kepulauan Kei Kecil dan Gugusan Kepulauan Kei Besar
Dari kondisi obyektif wilayah tersebut, Sektor Perhubungan Laut memegang peranan penting dan strategis untuk menghubungkan semua gugusan pulau menjadi satu;
Khusus untuk Perhubungan Laut, saat ini di Kabupaten Maluku Tenggara terdapat Pelabuhan Pengumpan Regional di Elat Kei Besar dan Pelabuhan Rakyat milik Pemerintah Daerah di Watdek Langgur, terdapat pula beberapa Tambatan Perahu yang menghubungkan antar Desa yang dibangun dengan Pembiayaan Dana Alokasi Khusus Transportasi Perdesaan;
Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di pulau Kei Besar, Bupati mengusulkan Paket kegiatan diantaranya :
Pertama, Pembuatan Dokumen RIP, Survey Investigasi Design (SIG), Dokumen DLKR dan DLKP serta Dokumen Lingkungan Pelabuhan Banda Ely
Banda Ely merupakan salah satu wilayah Kerja Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Tual disamping 6 lainnya sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 17 Tahun 2023 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan;
Pada Tahun 2022, Kerja Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Tual telah melaksanakan Studi Kelayakan (FS) dengan kesimpulan saat itu, salah satu calon lokasi memenuhi syarat untuk proses selanjutnya;
Pembanguan Pelabuhan Banda Ely menjadi salah usulan prioritas Kabupaten Maluku Tenggara sebab saat ini Banda Ely juga merupakan tempat singgah Angkutan Penyeberangan ASDP dan Kapal Perintis (R-71 dan R-79), jarak Banda Ely dengan Ibu Kota Kabupaten sekitar 98 kilometer dan atau 60,89 Mil Laut;
“Bahwasanya Banda Ely dan Desa sekitarnya bisa dijangkau dari Elat melalui jalan darat, tetapi itu alternative dengan biaya yang sangat tinggi dengan pengeluaran perorang bisa mencapai Rp. 400.000 sampai dengan Rp. 500.000″terang Bupati.
Kedua, Pembuatan Dokumen DLKR dan DLKP, Dokumen Lingkungan serta Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Elat.
Pelabuhan Elat dengan status sebagai Pelabuhan Pengumpan Regional (PR) merupakan salah satu pelabuhan Eksisting di Kabupaten Maluku Tenggara;
Pada Tahun 2025, Kementerian Perhubungan melalui Kerja Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Tual telah melaksanakan Penyusunan Dokumen Rencana Induk Pelabuhan (RIP) Elat;
Pelabuhan Elat dengan kondisi saat ini yakni dengan panjang 70 meter dan lebar 8 meter sehingga perlu terus dikembangkan sesuai RIP yang baru disusun.
Untuk pengembangan potensi unggulan di Kepulauan Kei Kecil, maka dibutuhkan kegiatan pembanguan sebagai berikut:
Ketiga, Pembuatan Dokumen Fisibility Study (FS) Pelabuhan Uf-Maar Danar
Potensi Sumber Daya Alam di wilayah Kei Kecil Timur Selatan dan Kei Kecil Barat Kabupaten Maluku Tenggara sangat berlimpah terutama Sektor Pariwisata Bahari, Perikanan Budidaya seperti Rumput Laut serta Pertanian Tanaman Pangan;
Untuk meningkat nilai ekonomis dari potensi sumber daya alam dimaksud, untuk waktu kedepan dibutuhkan Pembangunan Pelabuhan Uf Maar Danar sebagai pintu masuk pariwisata dan juga pengembangannya menuju Pelabuhan Kontener sehingga produk unggulan masyarakat bisa memberikan dampak ekonomis bagi kesejahteraan masyarakat.
Tidak ada komentar