
Langur, Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (PERPAMSI) Maluku mengelar Musyawarah Antar Perusahaan Air Minum Daerah (MAPAMDA) Tingkat Provinsi bertempat di Aula kantor Bupati Maluku Tenggara, Rabu (8/7/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung Bupati Maluku Tenggara Muhammad Thaher Hanubun didampingi Wakil Bupati charlos Viali Rahantoknam, Ketua DPRD Stepanus Layanan, Plt. Sekda, Ketua dan Anggota DPRD Komisi II, Sejumlah Pimpinan OPD, dan Kepala Sekolah Lingkup Kabupaten Maluku Tenggara.
Turut hadir mewakili Walikota Tual yakni Assisten 1 Bidang Pemerintahan dan pimpinan Perumda Air Minum Kota Tual.

Ketua DPD PERPAMSI Maluku Calvin Devry Tahamata dalam sambutannya memberikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Tenggara yang telah memberikan dukungan sehingga pelakasanaan MAPAMDA dapat terlaksana.
Calvin menjelaskan Pelaksanaan MAPAMDA adalah agenda 4 tahun sesuai AD/ART PERPAMSI yang diselenggarakan setelah pelakasanaan Musyawarah Antar Perusahaan air Minum Nasional (MAPANA).
Ia juga menjelaskan hingga saat ini dari 11 Kabupaten/Kota di Provinsi Maluku yang telah mengurus dan memiliki badan hukum untuk Perusahaan air minum yakni Kota ambon, Maluku Tengah, Maluku Tenggara, Kota Tual, Kabupaten Buru, Kabupaten Maluku Barat Daya, dan Kabupaten Kepulan Tanimbar.

Masih berstatus PDAM Adalah Kepulauan Aru dan Buru Selatan. adalah Kabupaten Kepulauan Aru, dn kabupaten Buru Selatan.
Sedangkan yang belum memiliki badan hukum adalah Seram Bagian Barat dan Seram Bagian Timur.
Ia juga mengatakan rilis kinerja Provinsi Maluku tahun 2024 berdasarkan standar yang ditetapkan oleh Kementrian PUPR berdasarkan tingkat kesehatan secara komparatif di tahun buku 2023 dan 2024.
Pada tahun 2023 terdapat 3 Perumda yang sehat yaitu Perumda Malteng, MBD, dan Kota Tual.
Status Sakit yaitu Kabupaten Maluku Tenggara, Kabupaten Buru, dan Kabupaten Kepulauan Aru.
Pada tahun 2024, dikatakan terdapat 5 Perumda yang naik menjadi status sehat salah satunya yaitu Perumda Kabupaten Maluku Tenggara.
“Untuk Perumda Tirta Evav Maluku Tenggara mengalami lonjakan yang luar biasa dari sakit, menuju Sehat. Adapaun Evaluasi tahun 2025 masih dalam penilaian.”terang Calvin.
Ia juga mengatakan Perumda saat ini menghadapi banyak tantangan. Seperti :
1. Banyak permintaan pemasangan sambungan pipa air baru namun sarana sistem jaringan maupun distribusi masih terbatas,
2. Terjadi fluktuasi air baku ketika musim panas yang panjang berdampak pada penurunan debit air sedangkan pada saat musim hujan banyak bak penampung dan jaringan yang melami kerusakan akibat banjir.
“Menjadi keprihatinan bersama.”paparnya.
3. Terbatas sistem pengelolaan air minum sehingga mempengaruhi kualitas air pada musim hujan.
4. Kesadaran pelanggan dalam membayar tagihan air masih rendah kendati telah menggunkan sistem pembayaran online.
5. Biaya operasional yang tinggi khususnya listrik, suku cadang pompa air, hingga pompa produksi lainnya.
6. Terbatasnya SDM berbasis PAM yang terus berkembang saat ini.
Disamping kendala diatas, terdapat regulasi dan isu-isu yang perlu diikuti.
Calvin berharap melalui forum MAPAMDA hari ini mampu menyatukan segala persepsi, pandangan, yang nantinya akan melahirkan suatu rekomendasi demi kepentingan bersama kedepannya.
Tidak ada komentar