MENU Rabu, 30 Sep 2026
x

FKM Universitas Airlangga Laksanakan Pengabdian Masyarakat Dengan Sosialisasi “Puskesmas Aman Bencana” di Malra

waktu baca 2 menit
Selasa, 29 Sep 2026 22:41 36 Redaksi

 

Langgur, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan melakukan sosialisasi “Puskesmas Aman Bencana” di Kabupaten Maluku Tenggara.

Sosialisasi tersebut dilakukan oleh Dosen di Departemen Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, FKM, Unair, sekaligus anggota dari Research Group Environment Health, Disaster, & Risk Management. Dr. Setya Haksama.drg.M.Kes. Bersama tim dari Departemen Kesehatan Lingkungan, FKM Unair Dr.M. Farid Dimjati Lusno, dr. MKL, Ratnaningtyas Wahyu Kusuma Wardani, SKM, M.Kes, Dr. Retno Adriyani, ST, M.Kes, dan Aisyah Maldha Aprezona, SKM bertempat di Aula Room Hotel Kimson, Selasa (29/9/2026),

Adapun para peserta yang dilibatkan adalah Kepala Dinas Kesehatan Maluku Tenggara, Direktur RS Pratama Elat, RS Hati Kudus, sejumlah bidang Dinkes Malra, dan sejumlah Kepala Puskesmas lingkup Kabupaten Maluku Tenggara.

Saat melaksanakan sosialisasi, Dr. Setya dalam paparannya memulai dengan sebuah pertanyaan Mengapa Puskesmas Aman Bencana?

Dijelaskan Pelayanan kesehatan primer harus tetap tersedia ketika masyarakat menghadapi bencana atau krisis kesehatan. Risiko tidak hanya berasal dari bangunan, tetapi juga listrik, air, komunikasi, obat/BMHP, vaksin, data, SDM, transportasi, rujukan, dan tata kelola.

Dikatakan Karakter Kepulauan Kei membuat akses antarpulau, logistik, komunikasi, dan rujukan menjadi bagian penting dari kesiapsiagaan. Tujuan utama bukan sekadar memiliki SOP, tetapi mampu mempertahankan pelayanan esensial

Adapun Konteks Kabupaten Maluku Tenggara, Wilayah kepulauan mempengaruhi akses pelayanan, mobilitas penduduk, distribusi logistik, dan rujukan.

Ia menambahkan Bahan pendampingan kesehatan mengidentifikasi tantangan, keterbatasan tenaga, transportasi antarpulau, akses wilayah terpencil, sarana-prasarana, dan teknologi informasi.

Jejaring pelayanan meliputi Puskesmas, Pustu, Poskesdes, klinik, praktik mandiri, dan rumah sakit rujukan. Boleh jadi nilai Larvul Ngabal dan Ain Ni Ain dapat menjadi modal kolaborasi dan pemberdayaan masyarakat.

Ia juga memaparkan Apa yang dimaksud Puskesmas Aman Bencana adalah Puskesmas yang mampu melindungi pasien, tenaga kesehatan, aset dan sistem kritis. Pelayanan esensial tetap dapat berjalan dengan kapasitas yang disesuaikan sebelum, selama, dan segera setelah kejadian berdasarkan indikator PSIP (Puskesmas Safety Improvement Plan).

“Risiko dikenali, prioritas perbaikan ditetapkan, kesiapsiagaan diuji, dan hasilnya digunakan untuk perbaikan. Puskesmas Aman Bencana adalah proses peningkatan ketangguhan, bukan label atau peringkat.”pungkasnya

Kegiatan sosialisasi berjalan lancar dan mendapatkan antusias tinggi oleh para peserta kegiatan

Menutup kegiatannya, Dr. Setya mengatakan Puskesmas Aman Bencana bukan hanya Puskesmas yang gedungnya aman.

Yang paling penting adalah kemampuan mempertahankan fungsi pelayanan esensial, Risiko kepulauan harus diterjemahkan menjadi strategi akses, komunikasi, rujukan dan logistik.

“Setiap critical gap harus memiliki tindakan, PIC, target dan indikator, Kesiapsiagaan dibangun melalui latihan, monitoring, evaluasi dan perbaikan berkelanjutan.”tutupnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA