
(Pembukaan Kegiatan Pendampingan yang digelar oleh Ditjen Ikma di Maluku Tenggara)
Langgur Direktur Jenderal Industri Kecil, Mengah, dan Aneka (IKMA) Kementrian Perindustrian RI menggelar kegiatan Pendampingan Teknis Produksi Bagi IKM Olahan Kelapa Dalam Rangka Pengelolaan Batas Wilayah Negara dan Kawasan Perbatasan di Kabupaten Maluku Tenggara.
Pelaksanaan kegiatan bertempat di Aula Room Hotel Kimson, Selasa (22/9/2026), dibuka secara langsung oleh Wakil Bupati Maluku Tenggara Charlos Viali Rahantoknam didampingi sejumlah Pimpinan OPD.
Turut hadir Kepala Bagian Program dan Kerjasama Ditjen IKMA Anindita Rumandi D, dan Sekretaris Ditjen IKMA Yedi Sabaryadi.
Kabag Program dan Kerjasama Ditjen IKMA Anindita Rumandi D dalam laporannya mengatakan kegiatan tersebut akan dilaksanakan selama 4 hari yang diisi dengan beberapa materi diantaranya sosialisasi kewirausahaan, Dinas PTSP Malra juga akan membantu dalam perizinan usaha, sosialisasi KUR, dan pelaksanaan kegiatan pendampingan teknis pembuatan produk-produk olahan kelapa.
“Kegiatan akan lebih fokus pada praktek teknis pengolahan kelapa seperti FCO, minyak Kelapa, tepung kelapa, dan produk lainnya berbahan kelapa,”terang Anindita

(Kabag Program dan Kerjasama Ditjen Ikma Anindita Rumandi D)
Maluku Tenggara menjadi satu-satunya daerah yang dipilih di Provinsi Maluku untuk pelaksanaan kegiatan tersebut.
Jumlah peserta sebanyak 20 orang nantinya akan mendapatkan sejumlah bantuan termasuk Sertifikat kegiatan.
Sekretaris Ditjen IKMA Yedi Sabaryadi dalam sambutannya mengatakan Industri Kecil Menengah (IKM) Merupakan salah satu sektor strategis dalam perekonomian nasional.
Dijelaskan bahwasannya IKM merupakan bagian dari UMKM dimana usaha kecil yang sudah bisa melakukan produksi artinya telah naik level pada tingkatan sebelumnya.
“Populasi IKM di Indonesia itu kurang lebih sebanyak 4,4 Juta, unit usaha itu sekitar 99,78 persen dari unit usaha manufaktur. Jadi IKM menjadi salah satu kekuatan dalam penciptaan lapangan kerja serta penggerak ekonomi di daerah,”imbuhnya.
Ia juga menegaskan bahwa disadari IKM masih menghadapi beberapa tantangan seperti keterbatasan teknologi, kapasitas Produksi, kualitas dan standarisasi produk, serta legalitas usaha, akses pembiayaan dan inovasi.
“Hampir seluruh daerah itu masalah utamanya juga yakni akses pasar. Apalagi maluku tenggara ada di wilayah perbatasan dimana akses pasar butuh moda lebih besar,”pungkasnya.
Membantu persoalan itu, dikatakan pemerintah terus berupaya melalui berbagai program dan kegiatan pengembangan IKM termasuk peningkatan sumber daya manusia, pendampingan teknis produksi, pendampingan peningkatan mutu serta target lainnya.

(Sekretaris Ditjen IKMA Yedi Sabaryadi saat membawakan sambutan)
Yedi mengutarakan Kegiatan ini merupakan salah satu program prioritas di Dirjen IKMA dan disinergikan dengan pengelolaan batas wilayah yang menjadi tanggungjawab kementrian perindustrian.
Diharapkan melalui kegiatan maka pengembangan salah satu potensi daerah yakni kelapa di daerah dapat dikembangkan secara baik menjadi sebuah produk unggul dan berkualitas dalam rangka peningkatan ekonomi didaerah.
Kegiatan akhirnya secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati dengan pemukulan gong.
Tidak ada komentar