
(Kepala UPP Kelas II Tual Hamdi Abduh.S.Sos saat Wawancara)
Langgur, Informasi bahagia untuk masyarakat seputaran Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara khususnya di Kepulauan kei Besar, Kepala UPP Kelas II Tual Hamdi Abduh telah memberikan penjelasan rencana pengembangan pelabuhan Umum Tual dan Pelabuhan Elat.
Pengembangan Pelabuhan Tual serta pelabuhan Elat menjadi salah satu kebutuhan penting khususnya bagi masyarakat yang selalu menggunakan jasa transportasi laut untuk bepergian setiap saat. Ketersediaan pelabuhan yang memadai serta dapat menghadirkan berbagai jenis kapal untuk melayani masyarakat menjadi harapan dalam peningkatan kesejahteraan kehidupan didaerah kepulauan ini.
Kepala UPP Kelas II Tual Hamdi Abduh saat wawancara dengan media, Jumat (18/9/2026) menjelaskan, Pengembangan umum Pelabuhan Umum Tual memerlukan beberapa dokumen pendukung yaitu dokumen terkait dengan perencanaan.
Dikatakan pelabuhan Umum Tual sudah dilakukan review Rencana Induk Pelabuhan (RIP), tahapan selanjutnya akan dilakukan studi lingkungan.
“Kendala yang dihadapi pelabuhan Tual itu yakni RIP dan Studi Lingkungan.”terang Abduh.
Ia juga mengatakan untuk Pelabuhan elat sama halnya dengan pelabuhan Tual, masih perlu dilengkapi sejumlah dokumen perencanaan yaitu data-data pendukung.
Dijelaskan saat ini UPP II Tual sedang dalam proses yang telah dimulai dengan Rapat Pendahuluan 2 pada minggu lalu terkait dengan Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Elat dan Tahun 2027 akan dilanjutkan dengan studi lingkungan.
Sedangkan untuk RIP Pelabuhan Elat dan Tual sedang menunggu penetapan dari Menteri Perhubungan.
“Pelabuhan elat memang selain DED yang masih berproses tahun ini, tahun depan rencananya adalah studi lingkungan dan bisa paralel prosesnya dengan DLKR dan DLKP,”lanjutnya.
Setelah semuanya selesai, maka kedepannya akan diusulkan dengan berkolaborasi bersama Pemerintah Daerah setempat.
Untuk ukuran Pelabuhan Elat sesuai dokumen DED yang dibahas dalam rapat pendahuluan, pada draft desain yakni lebar pelabuhan 10 meter dan panjang 110 meter.
Ukuran tersebut dijelaskan agar sesuai dengan kapasitas status pelabuhan Elat sebagai Pelabuhan Regional.
“Jadi ada tahapannya jangka pendek, menengah dan jangka panjang. Ukuran pelabuhan saat ini dengan lebar 8 meter akan menjadi 10 meter, dan panjang 70 meter menjadi 110 meter,”paparnya.
Abduh juga mengatakan terdapat informasi bahwa sementara waktu Pemerintah Daerah Maluku Tenggara juga mendorong Pelabuhan Banda Ely dan Pelabuhan Uf-Mar.
“Kemarin ketika pembahasan DED sempat disingung juga Pelabuhan Banda Ely dan Pelabuhan Uf-Mar yang dikatakan masuk dalam Perencanaan Induk Pelabuhan Nasional. Oleh karena itu Banda Ely masih dalam proses FS yang sudah Selesai, rekomendasi sudah keluar dan menunggu penetapan, kelanjutan RIP masih menunggu proses penyelesaian terkait hibah lahan.”paparnya.
Abduh menambahkan untuk pelabuhan Uf-Mar baru selesai Pra-FS, sehingga dari pemerintah pusat telah meminta pemerintah daerah untuk mengusulkan kelanjutan FS.
Tidak ada komentar