MENU Sabtu, 11 Jul 2026
x

Buka MAPAMDA Maluku, Bupati Hanubun Tegaskan Komitmen Daerah Terhadap Pelayanan Air Bersih

waktu baca 3 menit
Sabtu, 11 Jul 2026 07:15 35 Redaksi

 

Langgur, Bupati Maluku Tenggara Muhammad Thaher Hanubun menegaskan komitmen pemerintah Daerah dalam memberikan pelayanan ketersediaan air bersih kepada masyarakat merupakan salah satu program prioritas pembangunan.

Hal ini disampaikan Bupati saat membuka kegiatan Musyawarah Antar Perusahaan Air Minum Daerah (MAPAMDA) Tingkat Provinsi Maluku Tahun 2026 bertempat di Aula Kantor Bupati, Rabu (8/7/2026).

Saat memberikan sambutan, Bupati mengatakan penyelenggaraan Forum MAPAMDA Provinsi Maluku Tahun 2026 di Kota Langgur adalah sebuah kehormatan yang disambut dengan penuh sukacita.

Bupati menegaskan lebih dari sekadar kebutuhan biologis, air bersih adalah hak asasi manusia.

Ia menjelaskan Majelis Umum PBB pada tahun 2010 secara tegas menyatakan bahwa “akses terhadap air minum yang aman dan bersih merupakan bagian tak terpisahkan dari hak asasi manusia.”

Kajian WHO menunjukkan bahwa setiap investasi satu dollar dalam penyediaan air minum yang aman, akan menghasilkan manfaat ekonomi rata–rata sebesar empat hingga dua belas dollar. Ini tergambar dari:

berkurangnya biaya kesehatan,

– meningkatnya produktivitas, dan

– terbukanya akses pendidikan.

“Inilah yang dijadikan fondasi dalam memandang pelayanan air minum di Kabupaten Maluku Tenggara “pelayanan air bersih adalah investasi kemanusiaan.”terang Bupati

Dalam konteks Provinsi Maluku sebagai daerah berciri kepulauan, tantangan penyediaan air minum dikatakan jauh lebih kompleks dibandingkan daerah daratan.

Namun justru di sinilah komitmen pemerintah daerah diuji bahwasannya tidak ada warga yang tertinggal hanya karena tempat tinggalnya terpencil atau terpisah oleh lautan.

Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara menjadikan penyediaan air minum layak sebagai salah satu prioritas pembangunan yang tertuang dalam RPJMD.

Hal ini dikatakan bukan sekadar janji, tetapi telah menjadi prioritas yang diturunkan menjadi program-program konkret yang hasilnya mulai dirasakan masyarakat.

Dalam konteks pelayanan publik, tidak ada parameter keberhasilan yang lebih jujur daripada kepuasan masyarakat.

“Masyarakat atau Pelanggan tidak peduli dengan besarnya anggaran
yang dialokasikan, yang mereka perlukan adalah air yang mengalir
memenuhi kebutuhannya.”ujar Bupati.

Keperluan memasak, mandi dan mencuci adalah kebutuhan sepanjang waktu. Serta tidak lupa, tagihan yang sepadan dengan kualitas yang diterima.

Bupati mengatakan saat ini Pemerintah daerah patut bangga bahwa tren kepuasan pelanggan Perumda Air Minum Tirta Evav Sejahtera Kabupaten Maluku Tenggara terus menunjukkan perbaikan.

“Ini bukan kebetulan, ini adalah hasil dari dedikasi seluruh jajaran PDAM, dari direksi hingga petugas lapangan,
yang setiap hari bekerja memastikan air mengalir ke rumah-rumah warga kita.”tegas Bupati.

Ia juga percaya bahwa kepuasan pelanggan bukan titik akhir. Setiap keluhan adalah umpan balik yang berharga. Setiap area yang belum terlayani adalah panggilan untuk berbuat lebih.

Pemerintah Daerah selalu berupaya memberikan dukungan aktif dalam penyusunan database pelanggan dan dokumen usulan pengembangan air minum bagi PDAM sebagai fondasi pengambilan keputusan yang berbasis data.

Dikatakan pemerintah daerah selalu meminta dukungan dari berbagai pihak terakit, terutama pihak balai Kementerian PUPR yang selalu aktif mendukung peningkatan pelayanan PDAM di Kabupaten Maluku Tenggara.

Bupati menegaskan MAPAMDA hari ini bukan sekadar forum seremonial.
Forum ini adalah ruang strategis bagi pengelola PDAM dari seluruh Provinsi Maluku untuk saling belajar, berbagi praktik terbaik, dan bersama-sama merumuskan langkah konkret.

Orang nomor satu di Maluku tenggara itu juga mengutarakan bahwasanya saat ini daerah sedang menghadapi musim kemarau yang menyebabkan curah hujan yang rendah sehingga debit sumber air yang menurun,

kondisi panas menyebabkan peningkatan kebutuhan air, justru
di saat pasokan terbatas.

Menurut Bupati hal ini merupakan tantangan nyata yang tidak bisa diabaikan.

“Dalam kondisi ini, PDAM dipanggil untuk tampil lebih optimal, melampaui ekspektasi dari sekadar penyedia air.
Semoga MAPAMDA Provinsi Maluku Tahun 2026 ini menghasilkan keputusan-keputusan strategis yang berdampak nyata bagi jutaan warga Maluku yang bergantung pada pelayanan air minum yang layak.”paparnya.

Bupati mewakili Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara menegaskan komitmen untuk terus menjadi mitra yang aktif dan mendukung.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA