MENU Selasa, 07 Jul 2026
x

Persiapan Menuju Kongres dan MPA, PMKRI Cabang Langgur Kaji Potensi Konektivitas Penerbangan Langgur – Labuan Bajo Dorong Potensi Pariwisata Daerah

waktu baca 2 menit
Selasa, 7 Jul 2026 07:43 49 Redaksi

 

 

Langgur, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI ) Cabang Langgur melakukan kajian potensi pembukaan jalur transportasi Penerbangan dengan Rute Langgur – Labuan Bajo – Bali, sebagai salah satu upaya nyata mendorong sektor pariwisata daerah sebagai solusi pertumbuhan ekonomi di tengah masyarakat.

Maluku Tenggara saat ini telah menjadi salah satu daerah yang menjadi destinasi wisata mancanegara dengan panorama wisata alam, serta daya tarik budaya.

Hal ini terbukti dengan data jumlah kunjungan wisatawan di Maluku Tenggara yang selalu mengalami peningkatan.

Namun demikian, salah satu persoalan yang masih menjadi kendala dalam rangka meningkatkan sektor pariwisata Maluku Tenggara saat ini yakni harga tiket pesawat yang masih mahal lantaran hanya ada 1 maskapai penerbangan yang melayani masyarakat.

Hal ini menjadi salah satu poin sorotan yang tengah dikaji oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PMKRI Cabang Langgur.

Ketua Presidium PMKRI Cabang Langgur Apolonia L. Heatubun kepada media menjelaskan, beberapa hari kedepan akan dilaksanakan Kongres XXXIV dan MPA XXXIII PMKRI St. Thomas Aquinas yang akan dilaksanakan di Ruteng.

Menjemput momen tersebut, Apolonia mengatakan, PMKRI Langgur akan menyuarakan isu-isu yang terjadi di daerah salah satunya yaitu Isu Pariwisata yang dinilai memerlukan perhatian secara nasional sehingga pertumbuhan ekonomi didaerah dapat ditingkatkan.

“Maluku Tenggara memiliki potensi pariwisata yang sangat besar. Kita memiliki kekayaan alam, budaya, dan adat istiadat yang menjadi daya tarik sehingga banyak wisatawan baik didalam negeri maupun luar negeri selalu datang berkunjung,”terang Apolonia.

Namun disayangkan, walaupun memiliki potensi wisata yang melimpah tetapi dinilai belum mampu memberikan dampak yang besar terhadap kondisi ekonomi di daerah.

Apolonia menjelaskan salah satu persoalan yang menjadi hambatan adalah persoalan jumlah maskapai penerbangan yang hanya 1 sehingga memonopoli dan berdampak pada harga tiket yang sangat mahal.

“Kita dekat dengan australia, jika memungkinkan, apakah bisa jika rute penerbangan pesawat ini bisa ditambahkan, sehingga penerbangan dari Labuan Bajo sebagai salah satu lokasi wisata, dihubungkan dengan Maluku Tenggara.”paparnya.

Rute penerbangan ini, ucap Apolonia, dapat dihubungkan dengan penambahan maskapai seperti Batik Air. Sehingga jumlah penerbangan 2 maskapai saja yang melayani di maluku tenggara dinilai akan memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kita lihat, bisa tidak peluang katakanlah Rute Australia – Langgur – Labuan Bajo – Bali – jakarta, begitupun sebaliknya. 2 maskapai melayani rute ini saja, akan sangat membantu masyarakat di daerah ini,”ujarnya.

Olehnya itu, Apolonia mengatakan akan membawa isu-isu sentral ini untuk nantinya dipresentasikan di momen Kongres nanti dan akan dikawal terus sehingga suatu saat ini akan terwujud.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA