MENU Rabu, 10 Jun 2026
x

Bupati Hanubun Harapkan Bantuan Pempus dan Universitas Airlangga Untuk Menjawab Ketersediaan Tenaga Dokter

waktu baca 2 menit
Rabu, 10 Jun 2026 06:28 64 Redaksi

 

Langgur, Bupati Maluku Tenggara Muhammad Thaher Hanubun mengungkapkan ketersediaan dokter untuk pelayanan kesehatan di daerah masih menjadi kendala dan membutuhkan perhatian oleh Pemerintah Pusat serta kerjasama Universitas Airlangga.

 

Sebelumnya Bupati memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan Workshop Pendampingan Tata Kelola Program Kesehatan Tahun 2026 di Kabupaten Maluku Tenggara yang digelar oleh Kementrian Kesehatan RI Biro Perencaan dan Penganggaran bersama Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga yang berlangsung selama 3 hari di Ballroom Hotel Aurelia Kimson, Rabu (10/6/2026).

Bupati Hanubun dalam arahannya ketika mengunjungi lokasi kegiatan menjelaskan kondisi kesehatan di Kabupaten Maluku Tenggara saat ini telah mengalami perbaikan.

Ia menjelaskan hal ini dapat terlihat melalui ketersediaan Fasilitas Kesehatan seperti Pustu, Puskesmas, dan 2 Rumah Sakit yakni RSUD Karel Sadsuitubun Langgur, dan RSUD Pratama Elat Kei Besar, serta 1 rumah swasta yakni RS Hati Kudus Langgur.

“Artinya jika kita menggunakan secara optimal fasilitas kesehatan yang ada maka persoalan kesehatan baik-baik saja. Seharusnya.”terang Bupati.

Dikatakan Peningkatan Derajat Kesehatan masyarakat merupakan salah satu fondasi utama bagi bangsa dan daerah. Kesehatan dan pendidikan menjadi prioritas utama untuk diperhatikan.

Kerjasama Kementrian Kesehatan RI bersama Universitas Airlangga dan Pemerintah Maluku Tenggara dianggap sebagai langkah strategis.

Bupati menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementrian Kesehatan dan Universitas Airlangga yang sudah berkesempatan melaksanakan kegiatan workshop di maluku tenggara.

“Daerah kami masuk sebagai dari 3 T, dan pelayanan kesehatan ini memang ada banyak kesulitan, tetapi kami mencoba menjawab kesulitan itu,”terang ya.

Beberapa upaya telah dilakukan untuk membantu menjawab tantangan yang ada diantaranya mengatasi masalah konektifitas, listrik 24 Jam saat ini, persoalan jaringan yang mulai membaik.

Upaya pemerintah daerah dijelaskan turut dilakukan ketika masa Pemerintahan Presiden RI Joko Widodo yang akhirnya menjadikan Maluku Tenggara sebagai Lokasi Prioritas untuk Kesehatan dan Pendidikan.

Bupati juga menambahkan tantangan yang saat ini masih dihadapi daerah adalah ketersediaan sejumlah dokter untuk pelayanan.

Kebutuhan dokter ini seperti 3 Dokter Umum, 19 Dokter Gigi, Dokter Anestesi, dan Dokter Penyakit Dalam.

Bupati juga berharap adanya intervensi Pemerintah Pusat terhadap anggaran untuk renovasi sejumlah puskesmas yang dinilai memiliki kerusakan dan kekurangan.

“Kita juga harap kedepannya ada kerjasama yang baik oleh Universitas Airlangga untuk nantinya membantu kami dalam menyekolahkan putra-putri kita,”tutupnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA