Langgur, Tokoh adat Ohoi Letman akhirnya mencabut pemasangan sasi di Sekolah Dasar (SD) Negeri Letman, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Malra mengharapkan adanya komunikasi yang baik dan kerjasama setiap pihak.
Masyarakat Kabupaten Maluku Tenggara kembali dikejutkan dengn adanya pemasangan Sasi oleh masyarakat Ohoi Letman di SD Negeri Letman pada tanggal 4 Februari 2026 pukul 19.00 WIT oleh tokoh masyarakat dan tokoh adat ohoi Letman.
Menyikapi masalah ini, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Malra Bin Raudah Arif Hanubun, bersama Camat Kei Kecil Yosep A. Dumatubun, langsung berkunjung untuk bertemu pihak-pihak pemasangan sasi didampingi Pj. Kepala Ohoi Letman Paulinus Ongirwalu, dan perangkat ohoi. Kamis (5/2/2026).

Dalam pertemuan tersebut turut hadir Wakil Ketua DPRD Malra Yohanis Bosko Rahawarin bersama Ketua fan anggota komisi II DPRD Malra.
Dalam pertemuan di kantor Ohoi Letman, beberapa pihak pemasangan sasi menyampaikan kronologi dan alasan pemasangan sasi di SD Negeri Letman.
Salah satu tokoh masyarakat Rusyadi Tukloy menyampaikan secara gamblang kronologi persoalan pemasangan sasi lantaran beberapa sikap dan kebijakan yang dilakukan oleh Plt. Kepala Sekolah SD Negeri Letman Susana Ubro semenjak dirinya menjadi pimpinan di sekolah tersebut.
Rusyadi mengatakan persoalan lainnya juga lantaran adanya manuver-manuver jabatan didalam sekolah yang dilakukan oleh Plt. Kepsek. Adapun tindakan yang tidak bisa ditolerir adalah dugaan Plt. Kepsek yang membangun kubu-kubu didalam sekolah antara guru.

Ia juga menyayangkan hal-hal yang terjadi disekolah bahkan melibatkan pihak luar yakni sejumlah wartawan mempublikasikan kondisi disekolah
Pesan senada juga disampaikan perwakilan pemasangan sasi Hj. Ayub Tukloy setelah menyerahkan tuntutan masyarakat kepada Plt. Kadis Pendidikan Malra.
Hj. Ayub menegaskan selama dirinya berada di ohoi Letman tidak pernah menemukan tindakan-tindakan yang dilakukan Plt. Kepsek saat ini.
Namun demikian, pihaknya menegaskan dan berkomitmen dengan hadirnya pemerintah daerah saat ini sehingga sasi yang telah dipasang akan dicabut dan disaksikan oleh semua pihak.
Plt. Kadis pendidikan Malra Raudah Menjelaskan bahwasanya sebelum adanya pemasangan sasi di sekolah, dirinya sebelum itu telah memanggil Plt. Kepsek untuk meminta klarifikasi dan pendampingan.
“Jadi sebelumnya saya sudah panggil plt. Kepsek untuk meminta keterangan, lalu sebenarnya saya bersama staff sudah merencanakan untuk hari ini datang langsung ke ohoi Letman melihat SD secara langsung dan bertemu pihak masyarakat dan perangkat ohoi,”terang Raudah.

Dirinya merasa pemasangan sasi juga bagian dari harapan dan upaya masyarakat sehingga pada momen ini dapat menghadirkan semua pemangku kepentingan seperti kehadirannya, Camat, dan bahkan Pimpinan dan Anggota DPRD dan Komisi II.
Terhadap 3 poin tuntutan yang disampaikan masyarakat, Raudah menjelaskan, untuk tuntutan evaluasi sejumlah guru, dirinya akan segera memanggil dan melakukan evaluasi.
Sedangkan poin tuntutan memindahkan Plt. Kepsek, Ia mengatakan bukanlah wewenangnya dan tentu akan berkoordinasi bersama Bupati. Sedangkan poin kenaikan pangkat salah satu guru, tuntutan ini turut akan disampaikan kepada Bupati Maluku Tenggara.
Raudah mengharapkan setiap pihak untuk sebelum adanya tindakan pemasangan sasi di sekolah, perlu dilakukan komunikasi dengan baik lebih dulu, karena dengan pemasangan sasi di sekolah akan memberikan dampak besar kepada anak-anak yang seharusnya menimba ilmu.
“Kita harus memikirkan dengan baik agar anak-anak kita di ohoi ini jangan menjadi korban atas tindakan-tindakan kita, karena mereka perlu belajar, sekolah, untuk mendapatkan ilmu. Kita perlu tingkatkan literasi dan numerasi anak-anak kita,”harap Raudah.
Setelah melaksanakan pertemuan di Kantor Ohoi, rombongan kemudian beranjak ke lokasi sekolah untuk pencabutan sasi. Sasi dicabut oleh pihak pemasang Hj. Ayub Tukloy, disaksikan semua pihak. (FSJ)
Tidak ada komentar