MENU Selasa, 15 Sep 2026
x

FKM Universitas Airlangga Lanjutkan Workshop Renja Dinkes Malra 2027, Dr. Setya : Pembahasan Finalisasi Dokumen

waktu baca 3 menit
Selasa, 15 Sep 2026 04:55 69 Redaksi

(pelaksanaan Workshop di FKM Universitas Airlangga bersama Dinas Kesehatan Maluku Tenggara, Selasa (15/9/2026)

 

Langgur, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga kembali melanjutkan program kegiatan Pendampingan Tata Kelola Program Kesehatan Tahun 2026 di Kabupaten Maluku Tenggara.

Workhsop II tersebut berlangsung di Ballroom Aurelia Hotel, Selasa (15/9/2026), dipimpin langsung oleh ketua Tim workshop FKM Airlangga Dr. Setya Haksama, drg, M.Kes.

Dr. Setya saat wawancara menjelaskan Workshop II akan berlangsung selama 3 hari kedepan dengan melibatkan narasumber dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga dan Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara.

Dikatakan kegiatan tersebut berjalan secara internal dengan melibatkan sejumlah pihak diantaranya Dinas Kesehatan Maluku Tenggara dan Bapperida Kabupaten Maluku Tenggara.

(pembahasan tin workshop FKM Univeritas Airlangga bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara do Kantor Dinas)

Ia juga menjelaskan bahwasannya pada workshop II saat ini dalam rangka finalisasi Rencana Kerja (Renja) Dinas Kabupaten Maluku Tenggara tahun 2027 sesuai hasil kompilasi materi pada workshop pertama.

“Workshop pertama itukan ada sejumlah masukan, diantaranya dari Kemendagri, Kemenkes RI, dan juga dari Bapak Bupati sendiri yang memaparkan soal RPJMD, Visi dan misinya, juga ada RPJMN, dan ada juga Rencana Induk Bidang Kesehatan (RIBK),” terang Dr. Setya.

Dan saat ini adalah momen finalisasi penyusunan Renja Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara tahun 2027 tersebut.

Ia juga mengatakan beberapa waktu lalu dari Kemenkes RI telah mengunjungi secara langsung Kabupaten Maluku Tenggara dalam rangka monitoring dan evaluasi dan memastikan proses penyusunan dokumen Renja berjalan sesuai ketentuan yang ada.

“Alhamdulilah semua proses sudah berjalan dengan sesuai, dan tentu aspek dari RIBK juga sudah masuk kedalam Renja Kesehatan ini. Nantinya kita akan melakukan desain agar semua ketentuan bisa tertata rapi dalam Dokumen Renja ini,”paparnya

Proses kegiatan akan berlangsung dengan metode pemaparan review dokumen, serta pembahasan.

“Kita akan lakukan review data tentang penyakit seperti malaria pada beberapa tahun lalu sudah sesuai atau belum, dan rencana berikutnya itu targetnya seperti apa. Ini akan disusun pada masing-masing program seperti SDM, dan bidang lainnya,”pungkas Dr. Setya

Dikatakan setelah proses finalisasi dokumen Renja selesai, maka pihaknya bersama Dinas Kesehatan akan melakukan sosialisasi pada akhir bulan september atau awal bulan oktober 2026 kepada seluruh Puskesmas, Bapperida, dan instansi OPD lainnya yang ada di Kabupaten Maluku Tenggara.

Setelah sosialisasi diselesaikan, Kepala Dinas Kesehatan dikatakan akan melanjutkan proses pertanggungjawaban hasil kegiatan kepada Kemenkes di Jakarta.

“Harapan kita adalah Dokumen Renja bisa terselesaikan dengan baik, dan terpenting adalah proses penyusunan Dokumen Renja 2027 ini bisa menjadi acuan agar Dinas Kesehatan dapat menyusun Dokumen Renja yang sama untuk tahun-tahun berikutnya.” harapnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA