MENU Minggu, 18 Okt 2026
x

Ketum AMGPM Paparkan Sejumlah Fokus Pembahasan di Sidang MPP Ke-37

waktu baca 3 menit
Minggu, 18 Okt 2026 13:53 33 Redaksi

 

Langgur, Ketua Umum Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) menyampaikan sejumlah poin penting yang akan menjadi pembahasan pada agenda Sidang Musyawarah Paripurna Pimpinan (MPP) Ke-37 yang bertempat di Ohoi Ohoira, Kecamatan Kei Kecil Barat, Kabupaten maluku Tenggara.

Hal ini disampaikan Ketua Umum AMGPM Melkianus Sairdekut saat menyampaikan pidato pada pembukaan MPP Ke-37 AMGPM di Gereja Sumber Kasih Ohoira, Minggu (18/10/2026).

Saat menyampaikan pidato, Melkianus mengatakan setelah pelaksanaan kongres ke-30 AMGPM di daerah pulau Ambon Timur kemarin, sebagai pengurus besar yang baru maka dirinya akan membacakan seluruh pergumulan kongres di 5 tahun kemarin terdapat sejumlah perihal penting bagi semua kader angkatan muda.

Adapun sisanya dikatakan akan dibahas pada waktu pengantar komisi.

Melkianus menjelaskan pergumulan bersama soal penguatan kesadaran spiritualitas, moral dan etik, adalah bagian pertama yang menjadi pergumulan dan tantangan seluruh kader angkatan muda GPM.

di bagian kedua, penataan kelembagaan di AMGPM baik itu aparatur organisasi maupun sistem yang telah dibangun bersama harus menjadi pergumulan pada pelaksanaannya.

Pendidikan kader dikatakan merupakan bagian ketiga yang ingin disampaikan. Sejak pelantikan kemarin Bagi pengurus besar hari ini dapat disampaikan bahwasannya sebanyak 1.711 kader telah mengikuti pendidikan kader sejak kongres kemarin.

“Kami sampaikan terima kasih bagi rekan-rekan di daerah yang telah menamatkan pendidikan kader dalam waktu 1 tahun. kami berharap sebentar nanti di Kepulauan Kei kecil ini, waktu pelaksanaan TOT rekan-rekan bisa serius untuk mengikutinya sehingga tidak perlu mengirim pelatih dari Ambon lagi ke daerah-daerah tapi dengan kegiatan disini teman-teman di seluruh daerah sudah punya pelatih untuk melakukan pendidikan kader di daerah-daerah.”Pungkas Melkianus.

Pada bagian keempat, ia mengatakan AMGPM bergumul tentang upayanya menjadi mandiri secara ekonomi.

“kita berusaha keras untuk bagaimana kita tidak tergantung setiap waktu untuk yang namanya bantuan.kita berusaha untuk membuat kegiatan-kegiatan dan pemberdayaan-pemberdayaan yang bisa menjadi milik kader angkatan muda AMGPM, tapi juga bisa menambah keuntungan bagi organisasi ini.”pungkasnya.

Menurutnya pada forum MPP ke-37 ini, ia berharap untuk agar persoalan ini dapat dibahas secara serius sebagaimana contoh yang telah dilakukan oleh rekan-rekan di daerah lain.

Lingkungan hidup dan advokasi, turut menjadi fokus AMGPM yang menyadari sungguh bahwa tanggung jawab merawat dan melestarikan alam ciptaan Tuhan harus menjadi tanggung jawab seluruh kader.

begitupun dengan pekerjaan advokasi dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Izinkan kami untuk terus menyampaikan kepada rekan-rekan agar Jangan bosan untuk kita mulai berpikir terus dan mengerjakan apa yang menjadi bagian kita:tambahnya.

Ditegaskan sejarah perjalanan angkatan muda GPM dalam membela kebenaran, keadilan, dan kesadaran akan martabat manusia di bangsa ini, telah memiliki akar sejarah yang panjang.

Keberakarannya terdokumentasi kuat dalam seluruh gerak langkah organisasi. atas dasar itu melalui pembukaan MPP ke-37 atas nama seluruh kader angkatan muda GPM ingin menyampaikan apa yang menjadi kegelisahan dengan persoalan-persoalan konflik sosial yang terjadi di Maluku.

“Mudah-mudahan melalui pemerintah provinsi Maluku, Pemerintah kabupaten dan kota termasuk di kota Tual dan di Kabupaten Maluku Tenggara, apa yang menjadi kerinduan untuk menyampaikan pesan damai ini bisa diteruskan sampai ke seluruh penjuru di Provinsi Maluku.”harapnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA