
Oplus_131072
Langgur, Bupati Maluku Tenggara Muhammad Thaher hanubun menegaskan komitmennya dalam mendukung perkembangan Sekolah menengah Kejuruan (SMK).
Komitmen tersebut disampaikan Bupati ketika menghadiri peresmian gedung sekolah SMK Kasih Theresia di Ohoi Bombay, Sabtu (5/9/2026).
Bupati saat memberikan sambutan mengatakan Gedung baru tersebut adalah bukti dari keberhasilan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan. Program ini adalah salah satu program prioritas Nasional yang sangat menyentuh lapisan terbawah.
Bupati menjelaskan SMK Kasih Theresia di Kei Besar termasuk yang memperoleh program ini adalah bukti bahwa negara hadir sampai ke pulau-pulau terjauh.
“Saya titipkan satu pesan: gedung ini adalah amanah. Rawat, jaga, dan gunakan sebaik–baiknya.”ucap Bupati.
Orang nomor satu di Maluku Tenggara itu mengatakan Kedudukan SMK dalam sistem pendidikan Kita adalah wadah pendidikan yang bertujuan menyiapkan lulusan yang produktif dan siap berkompetisi di pasar tenaga kerja.

Menurutnya SMK membentuk manusia berkualitas yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja.
“Hal ini sangat sejalan dengan kebutuhan daerah kita: Tingkat Pengangguran Terbuka pada tahun 2025 tercatat sebesar 6,01 persen.”pungkasnya.
Menurutnya angka ini masih cukup tinggi, dan memberi gambaran tentang bagaimana generasi muda perlu dipersiapkan lebih optimal.
Baginya hal yang paling merisaukan adalah sebagian besar dari mereka yang menganggur adalah anak–anak muda lulusan sekolah menengah,
“Mereka bukan tidak mau bekerja. Persoalannya, apa yang mereka pelajari di sekolah sering kali belum bertemu dengan apa yang dibutuhkan dunia kerja dan dunia usaha di daerah ini.”tuturnya.
Bupati menegaskan peran penting kedudukan SMK. SMK adalah jembatan antara ruang kelas dan lapangan kerja. Seorang lulusan SMK seharusnya keluar dari sekolah dengan tiga bekal : keterampilan yang terukur, sertifikat kompetensi yang diakui, dan mental wirausaha.
Dengan tiga bekal itu, ia punya tiga pilihan: bekerja, melanjutkan studi, atau membuka usaha sendiri.
Baginya, satu orang anak dari keluarga miskin yang lulus SMK, memperoleh sertifikat kompetensi, lalu bekerja atau membuka usaha, dapat mengangkat seluruh keluarganya.
“Inilah cara memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Karena itu saya menaruh harapan besar pada SMK–SMK, termasuk SMK Kasih Theresia ini.”imbuhnya.
Bupati juga menyoroti pada sektor pariwisata dimana Maluku Tenggara adalah salah satu destinasi terindah di Indonesia Timur.
” Yang kita butuhkan adalah tenaga terlatih: pemandu wisata, pengelola homestay, juru masak, pelaku ekonomi kreatif, pengrajin cinderamata. Ini modal yang berharga, untuk membuka jalan bagi generasi muda ke depan.”
Ia menyadari kewenangan pengelolaan SMK berada pada Pemerintah Provinsi Maluku melalui Cabang Dinas Pendidikan.
Namun ditegaskan bawa siswa yang bersekolah di sini adalah anak-anak Maluku Tenggara, dan lulusannya akan bekerja serta membangun di daerah ini.
“Karena itu, sepanjang kewenangan yang ada pada kami, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara berkomitmen mendukung perkembangan pelayanan di SMK,”tegasnya.
Dukungan tersebut diantaranya Membuka akses kemitraan dengan dunia usaha dan perangkat
daerah teknis
Membuka ruang bagi lulusan dalam program kewirausahaan dan
pemberdayaan UMKM, serta, terus memperbaiki infrastruktur jalan, listrik, air bersih, dan konektivitas di Pulau Kei Besar.
Tidak ada komentar