MENU Sabtu, 09 Mei 2026
x

Upaya Bapenda Malra Tingkatkan PAD 2026, Siap Uji Coba Gunakan Aplikasi Terbaru

waktu baca 3 menit
Sabtu, 9 Mei 2026 11:27 59 Redaksi

 

Langur, Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Tenggara melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) terus berusaha melakukan perbaikan dan perencaan dalam rangka peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2026.

Upaya tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Badan Pendapatan Daerah Aziz Rahanyamtel kepada Komisi III DPRD Malra saatRapat Dengar Pendapat (RDP) Rabu (6/4/2026).

Aziz dalam rapat tersebut mengatakan saat ini realisasi PAD Perbulan Mei 2026 yakni 12,98 Persen.

Adapun sejumlah perbaikan dan perencanaan telah dirinya siapkan sejak ditunjuk sebagai Plt Bapenda seminggu lalu diantaranya pembenahan internal.

Pembenahan yang dimaksud adalah optimalisasi sistem dan petugas yang ada di kantor.

Optimalisasi PAD dilakukan dengan cara penagihan Piutang oleh seluruh petugas P3K yang ada agar tidak menganggur. Dampak dari pembenahan tersebut adalah setiap harinya ada progres penerimaan walaupun tidak banyak.

“Karena memang piutang cukup besar sehingga dilakukan penyisiran.”terang Aziz.

Dirinya juga menginstruksikan untuk melakukan pendataan terhadap objek pajak seperti di Ohoi Ohoidertavun dan Ohoi Ngilngof khususnya di Lokasi Wisata Pasir Panjang.

Dikatakan terhadap Ohoi Ohoidertavun, terdapat 5 Villa yang dimiliki oleh Warga Negara Asing (WNA) dan selama ini tidak membayar pajak.

“Kita sudah rencanakan dan menjadwalkan untuk dilakukan sosialisasi dan pendataan. Baik di Ohoidertavun dan juga di Pasir Panjang,”tambahnya.

Terhadap beberapa objek pajak di lokasi wisata Pasir Panjang, Aziz mengungkapkan bahwasanya selama ini seluruh objek seperti resto dan villa belum juga membayar pajak.

Olehnya itu pihaknya telah melakukan koordinasi bersama Kepala Ohoi dan BUMO telah disepakati akan dilakukan sosialisasi bersama.

“Padahal ini juga merupakan peluang menambah PAD. Melalui objek pajak seperti resto dan villa yang ada disana. Sedangkan yang penjual dagang biasa itu tidak kita pungut karena aktifitasnya hanya dihari libur,”papar Plt. Kaban Pendapatan.

Selain itu terdapat upaya lain yang disiapkan oleh Badan Pendapatan seperti penggunaan aplikasi digital yang dapat diakses menggunakan HP.

Aziz menjelaskan telah melakukan kordinasi bersama vendor yang selama ini telah bekerja bersama dengan Bapenda Malra.

Adapun dari pihak vendor dikatakan bersedia untuk digunakan sistem dimaksud sebagai uji coba.

“Melalui Aplikasi ini kita hanya perlu menggunakan HP saja, tidak lagi bergantung pada smart register mengingat jumlahnya yang terbatas,”ucap Aziz.

Sejumlah upaya dikatakan turut dilakukan seperti persiapan pelaksanaan Rapat Koordinasi antar OPD terkait yang memiliki hubungan dengan Bapenda dimana selama ini dinilai sudah jarang dilakukan.

Ia juga mengusulkan untuk dilakukan kajian ulang dan melakukan perubahan terhadap Peraturan Daerah Tentang Pajak dan Retribusi.

Perubahan tersebut dinilai perlu dilakukan dalam rangka pembenahan terhadap beberapa potensi daerah yang tidak terakomodir padahal punya potensi sebagai sumber PAD.

“Kita berikan contoh seperti penetapan tarif iuran Rumah Susun (Rusun), bangunan tersebut terdiri dari lantai 1,2,dan 3, seharusnya tiap lantai itu punya harga yang berbeda tapi ini diratakan sama. Ini sebenarnya tidak tepat,”imbuhnya.

Sejumlah perencaan juga telah disiapkan dan diharapkan mampu memberikan dampak yang baik terhadap peningkatan PAD tahun ini.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA