MENU Senin, 13 Apr 2026
x

Bupati Malra Tegaskan Perlu Intervensi Serius Pempus Wujudkan kesejahteraan Masyarakat di Daerah Kepulauan

waktu baca 3 menit
Senin, 13 Apr 2026 05:34 68 Redaksi

 

Langgur, Bupati Maluku Tenggara Muhamnad Thaher Hanubun menyampaikan harapannya kepada Pemerintah Pusat untuk memberikan perhatian serius kepada daerah khususnya daerah kepulauan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal ini dijelaskan Bupati dihadapan jajaran Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Bapennas, Kementrian keuangan serta sejumlah kementrian pada kegiatan menghadiri WorkShop Percepatan Pembangunan Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2026 di jakarta, Rabu (8/4/2026).

Bupati menjelaskan potensi di Kabupaten Maluku Tenggara melimpah tapi masyarakat masih jauh dari sejahtera.

Bupati memaparkan Kabupaten Maluku Tenggara khususnya di pulau Kei Besar cukup kaya akan potensi sumber daya alam baik itu Potensi perikanan, Perkebunan dan Pariwisata adalah keunggulan komparatif Pulau tersebut.

Ia menjelaskan secara terperinci potensi yang ada dengan membaginya pada beberapa sektor, seperti Sektor Perikanan.

Pada sektor Perikanan, Produksi Perikanan Tangkap yang melimpah di Pulau Kei Besar menjadi pemasok bagi pasar Langgur, Tual dan termasuk Kepulauan Aru.

Jarak yang jauh untuk mencapai Pasar Elat (akses darat), maupun Pasar Langgur dan Pasar Tual (akses laut),
menyebabkan hanya pengusaha kecil, menengah dan besar yang mampu menikmati manfaat ekonomi dari potensi perikanan di Pulau Kei Besar.

Nelayan kecil dan usaha mikro skala rumah tangga hanya mampu memenuhi kebutuhan konsumsi skala kecil, dan tidak mampu mencapai pasar secara efektif dan efisien.

Sektor Perkebunan, Tanaman perkebunan yang paling dominan di Pulau Kei Besar adalah Kelapa dan Pala.

Dijelaskan berdasarkan data statistik Dinas Pertanian Provinsi Maluku yang dipublikasikan oleh BPS Maluku menunjukkan, Areal tanam
dan produksi kelapa Kabupaten Maluku Tenggara menjadi
yang tertinggi di Provinsi Maluku.

Tahun 2024, hasil kelapa Kabupaten Maluku Tenggara berkontribusi sebesar 20,18% bagi total produksi kelapa Provinsi Maluku.

Potensi yang besar di sektor perkebunan ternyata belum
mampu menaikkan taraf hidup dan perekonomian masyarakat.
Pengolahan hasil kelapa dilakukan secara tradisional, skala rumah tangga dengan hasil olahan berupa kopra yang relatif bernilai ekonomi rendah.

Sektor Pariwisata, Potensi pariwisata di Pulau Kei Besar didominasi wisata alam dan air terjun. Terdapat sejumlah paket pekerjaan DAK yang dialokasikan untuk Destinasi Wisata di Pulau Kei Besar, yaitu

Pembangunan Akses Jalan menuju Air Terjun Weduar di Kecamatan Kei Besar Selatan, serta pengembangan Destinasi Air Terjun di Soinrat, Kecamatan kei Besar.

Dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi di Kawasan Perbatasan, maka konsep pengembangan diarahkan pada pengelolaan kawasan secara terintegrasi.

Kota Elat di Kecamatan Kei Besar menjadi HUB/Sentra/Simpul, sedangkan empat kecamatan lainnya menjadi penopang.

Pengembangan Elat sebagai sentra pelayanan jasa, ekonomi, perdagangan dan sekaligus sebagai simpul konektivitas bagi Pulau Kei Besar, dengan pertimbangan:

Sejak tahun 1950-an, Kota Elat sudah menjadi pusat pelayanan jasa dan
perdagangan di Pulau Kei Besar.

Dermaga Elat, saat ini melayani pelayaran Tol Laut.

Hal ini memberikan dampak positif bagi pemasaran produk hasil kelapa yang semakin mudah dipasarkan ke luar daerah.

Terdapat fasilitas pelayanan publik yang cukup memadai: puskesmas, rumah sakit, persekolahan (TK/SD/SMP/SMA).

Upaya konkret yang coba didorong untuk membangun ekosistem Elat sebagai simpul pertumbuhan di Pulau Kei Besar adalah, Pembangunan Pasar Elat (pasar eksisting relatif tradisional, dan cenderung kumuh).

Lahan tersedia milik pemerintah daerah; Pembangunan Terminal Tipe C, untuk melayani arus penumpang dari seluruh Pulau Kei Besar.

Pengembangan Dermaga Elat (milik Kementerian Perhubungan), di antaranya: penambahan panjang dari 70 meter menjadi 110 meter. Kondisi saat ini, operasional bongkar muat orang dan barang (Tol Laut) sangat tidak efektif dan efisien.

Terhadap pengembangan sektor-sektor tersebut, Bupati mengharapkan adanya perhatian dari pemerintah pusat untuk mengintervensi melalui bantuan-bantuan yang memungkinkan dalam rangka pembangunan, apalagi dengan kondisi efisiensi saat ini berdampak pada intervensi anggaran untuk pengembangan sektor yang ada.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA