x

Yayasan Marhaen Maluku Gelar Diskusi Tematik Pemberdayaan Kelompok Disabilitas di Kei

waktu baca 2 menit
Selasa, 7 Apr 2026 05:05 84 Redaksi

 

Langgur, Yayasan Marhaen Maluku menggelar kegiatan diskusi yang mengusung Pemberdayaan Kelompok Disabilitas dengan melibatkan Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual bertempat di BallRoom Grand Villia Hotel, Selasa (7/4/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber yakni Ketua DPRD Maluku Benhur G. Watubun, Kepal Biro Kesra Setda Provinsi Maluku, dan Pimpinan Panti Asuhan Bhakti Luhur Kei Kecil.

Adapun peserta yang dilibatkan terdiri dari Tokoh agama, tokoh pemuda, OKP Cipayung, serta kurang lebih 50 anak-anak yang berasal dari SLB, dan Panti Asuhan seputar Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan menerapkan metode Paparan diskusi oleh Narasumber bersama tokoh Agama, Pemuda dan stakeholder, serta metode pemberdayaan, pembinaan dan keterampilan bagi anak-anak.

Ketua DPRD Maluku Benhur G. Watubun saat sambutan pembukaan menjelaskan DPRD Provinsi Maluku telah menetapkan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2024 Tentang Penghormatan, Perlindungan, dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas, sebagai turunan UU Nomor 8 tahun 2016.

Benhur mengatakan Perda tersebut merupakan produk inisiatif DPRD dalam Rangka memperjuangkan hak-hak yang dimiliki masyarakat khususnya masyarakat penyandang disabilitas di Maluku.

Ia juga menegaskan kondisi saat ini baru terdapat 22 provinsi dan 77 Kabupaten/Kota yang menetapkan Perda tentang disabilitas.

“Saya mengamati bahwasannya wujud nyata perhatian pemerintah terhadap penyandang disabilitas saat ini belum optimal,”ucap Benhur.

Politisi PDI-Perjuangan itu menegaskan agar Perda ini tidak hanya dibentuk dan ditetapkan terapi jug membutuhkan dukungan oleh Pemerintah karena tanpa dukungan setiap pihak maka tidak akan ada perubahan.

Ia juga mengatakan bahwa semangat efisiensi anggaran telah mengobarkan kepentingan bagi masyarakat khususnya kepada Perempuan, Anak, dan penyandang disabilitas.

Hal ini dapat terlihat dengan pengalihan anggaran dan fokus program anggaran kepada kelompok perempuan, anak dan disabilitas berada pada posisi terakhir.

Olehnya itu, Benhur berharap melalui kegiatan hari ini dapat memberikan dampak dan sumbangsih kepada negara dan daerah.

“Walaupun kecil perbuatan yang kita lakukan tetapi akan memberikan dampak besar bagi semuanya,”tutup Benhur.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA