x

Wabup Viali Tegaskan Pentingnya Sosialisasi KIE Sebagai Upaya Minimalisir Korban Jiwa

waktu baca 3 menit
Sabtu, 11 Apr 2026 13:51 74 Redaksi

Langgur, Wakil Bupati Maluku Tengara menegaskan pentingnya pengetahuan tentang Komunikasi, Informasi dan Edukasi Rawan Bencana (KIE) khususnya oleh perangkat ohoi sebagai garda terdepan untuk meminimalisir korban jiwa ketika terjadi bencana.

Pesan ini disampaikan Wakil Bupati Charlos Viali Rahantoknam saat memberikan sambutan dalam pembukaan kegiatan sosialisasi KIE yag digelar oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku Tengara di Balai Ohoi Rumat, kecamatan Kei kecil timur, Rabu (8/4/2026).

Sebelumnya Wabup Viali saat membacakan sambutan Bupati Maluku Tenggara mengatakan bencana alam tidak bisa diprediksi, bencana tidak diminta, dan datang secara tiba-tiba.

Pelaksanaan kegiatan ini dinilai perlu dilaksanakan sebagai upaya antisipasi dan memberikan pemberdayaan kepada perangkat ohoi dan masyarakat di ohoi agar mampu melakukan tindakan antisipasi dan pencegahan dari bencana dan menghindari adanya korban jiwa.

“Pentingnya kegiatan hari ini sehingga saya datang secara langsung untuk membuka kegiatan ini, karena kegiatan ini sangat penting sebagai pembekalan kepada pemerintah ohoi dan perangkat serta dilanjutkan ke masyarakat agar memiliki pengetahuan tentang antisipasi terhadap bencana yang tidak bisa kita duga dan tebak datangnya kapan,”ucap Wabup.

dikatakan secara geografis Kecamatan Kei Kecil Timur memiliki keindahan alam yang luar biasa, namun disisi lain kita hidup berdampingan dengan potensi resiko bencana alam mulai dari cuaca ekstrim, gelombang pasang, angin kencang, angin puting beliung.

Sebagai manusia tidak dapat mengetahui kapan bencana dapat terjadi dan hal ini menjadi ancaman nyata. Tidak bisa menolak terjadinya bencana tetapi kita dapat meminimalisir dampak.

Langkah mitigasi melalui kegiatan hari ini ditegaskan bukan hanya rutinitas birokrasi, tetapi sosialisasi yag dilakukan terus-menerus untuk meminimalisir jatuh korban.

Wabup juga mengatakan sebagai pimpinan ditingkat ohoi, maka pimpinan ohoi dan perangkatnya adalah garda terdepan untuk melakukan tindakan penanganan dan pencegahan ketika bencana terjadi.

“Masyarakat tidak mencari bupati atau wakil bupati atau camat ketika bencana pertama kali terjadi, tapi bapak ibu sebagai pimpinan ohoi,”tegas Wabup.

Ia menekankan pemahaman tentang mitigasi bencana bukan sebuah pilihan melainkan kewajiban agar dilanjutkan kepada masyarakat.

Diharapkan agar kepala ohoi agar menetap di ohoi. Hal ini merupakan kewajiban agar segala pelayanan dan pengambilan keputusan ketika terjadi sesuatu bisa dilakukan tindakan penanganan dengan cepat dan tepat.

Masyarakat juga diharapkan agar menanamkan pemahaman tentang budaya sadar bencana, yakni pola pikir, sikap, perilaku kolektif masyarakat yang tetap waspada serta tangguh dalam menghadapi resiko bencana.

Hal ini merupakan upaya edukasi, literasi, dan mitigasi berkelanjutan untuk mengenali potensi ancaman, menjaga lingkungan dan meminimalisir dampak bencana.

Memanfaatkan kearifan lokal sebagai kekuatan seperti kepulauan Kei yang tercinta ini memiliki kearifan lokal yaitu maren dan ini suatu ciri khas gotong royong sejak leluhur.

Kearifan lokal maren digunakan untuk merangkul masyarakat agar bersama-sama mengantisipasi terjadinya bencana.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA