Langgur, Bupati Maluku Tenggara memberikan pesan penting dan harapannya agar Aparatur Sipil Negara dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja(PPPK) dapat bekerja dengan komitmen, integritas serta memberikan bukti nyata dalam pelayanan kepada masyarakat.
Hal ini disampaikan Bupati Muhamnad Thaher Hanubun saat memimpin Apel Gabungan ASN dan P3K Lingkup Kabupaten Maluku Tenggara dilapangan kantor Bupati, Rabu (4/3/2026). Turut mendampingi Wakil Bupati Charlos Viali Rahantoknam, Plh. Sekda dan sejumlah pimpinan OPD.
Saat memberikan arahan, Bupati Hanubun menegaskan sejumlah poin penting, diantaranya :
Pahami Posisi dan Tanggungjawab
Bupati menegaskan untuk memahami dengan baik dalam kerangka hukum dan kelembagaan negara atau pemerintahan daerah.
PPPK adalah bagian dari Aparatur Sipil Negara diangkat berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN dan diatur lebih lanjut melalui Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen PPPK.
“Status PPPK bukan sekadar “kontrak kerja biasa.” Bapak dan Ibu adalah bagian dari aparatur negara yang memikul tanggung jawab hukum, etika, dan moral yang sama besarnya dengan PNS.”terang Bupati.
Bupati mengatakan sebagai ASN memiliki tiga tugas utama, Pertama, pelaksana kebijakan publik.
Setiap program dan kebijakan yang ditetapkan pemerintah hanya akan berdampak nyata bila dikerjakan dengan serius.
Kedua, pelaku pelayanan publik.
“Bapak dan Ibu adalah wajah pemerintah di hadapan masyarakat.
Ketika seorang warga datang ke kantor, ke puskesmas, ke sekolah, atau ke instansi mana pun, mereka tidak melihat yang mana PNS dan yang mana PPPK, yang mereka lihat adalah pemerintah. Maka pelayanan Bapak dan Ibu adalah cerminan langsung dari kualitas pemerintahan kita.”tegasnya.
Ketiga, perekat persatuan bangsa. Dalam setiap langkah pelaksanaan tugas, turut menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ini bukan hanya slogan, ini adalah tanggung jawab nyata yang melekat pada setiap ASN, termasuk PPPK.
Tunjukan Profesionalitas Yang Sesungguhnya
Bupati dengan tegas dan jelas mengatakan peserta apel hari ini diangkat dalam jabatan berdasarkan keahlian yang dimiliki.
Seperti Guru diangkat karena keahlian mengajar, Tenaga kesehatan diangkat karena keahlian medis, Penyuluh dan tenaga teknis diangkat karena kompetensi di bidangnya masing-masing.
“Artinya, pemerintah sudah menaruh kepercayaan kepada Bapak dan Ibu sejak hari pertama pengangkatan.
Maka saya tidak ingin melihat PPPK di lingkungan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara yang bekerja setengah hati.”pungkas Bupati.
Ia mengatakan tidak ingin melihat PPPK yang memposisikan diri sebagai pemain cadangan yang hanya menunggu diperintah, hanya bergerak kalau ada arahan, dan hanya hadir secara fisik tanpa hadir secara jiwa dan pikiran.
Profesionalitas dan Keahlian yang miliki adalah aset berharga bagi organisasi. Ambillah inisiatif. Berikan solusi. Jangan menunggu masalah diselesaikan oleh orang lain.
“Profesionalitas bukan hanya soal keahlian teknis, tetapi juga menyangkut kejujuran, integritas, dan komitmen. Ketiga hal ini adalah nilai yang harus tertanam dalam jiwa setiap ASN PPPK.”paparnya.
Beberapa kewajiban yang diatur dalam ketentuan, yaitu: menjaga rahasia jabatan, tidak menyalahgunakan wewenang, mematuhi kode etik ASN, dan menjalankan tugas sesuai dengan perjanjian kerja yang telah ditandatangani.
Terus Belajar dan Kembangkan Diri
Bupati mendorong P3K untuk terus mengembangkan diri baik dari sisi penguasaan teknis keahlian, maupun dari sisi pemahaman akan aturan, regulasi, dan kebijakan yang berlaku.
Bupati menegaskan untu tidak merasa cukup hanya karena sudah bisa mengerjakan tugas rutin tetapi belajar dari para senior.
Selain itu memahami kondisi lingkungan kerja dan lingkungan strategis tempat bertugas.
Dikatakan Maluku Tenggara adalah daerah kepulauan dengan karakteristik geografis, sosial, dan budaya yang khas.
ASN yang mampu memahami konteks wilayahnya akan jauh lebih efektif dalam memberikan pelayanan dibanding ASN yang hanya bekerja berdasarkan standar baku tanpa mempertimbangkan kenyataan di lapangan.
Disiplin dan Konsisten Adalah Segalanya
Dikatakan ada dua aspek penting yang menentukan yakni disiplin dan konsistensi.
Disiplin bukan hanya soal hadir tepat waktu tetapi juga Disiplin adalah tentang komitmen terhadap standar kerja yang tinggi setiap hari, bukan hanya ketika ada penilaian atau ketika ada pengawasan. Konsistensi adalah tentang keberlanjutan kinerja.
Kinerja Akan Dievaluasi, Ini adalah Kesempatan Bukan Ancaman
Bupati mengatakan Status PPPK membawa konsekuensi adanya evaluasi. Perjanjian kerja yang mendasari pengangkatan mengandung arti bahwa kinerja akan terus dipantau dan dievaluasi.
“Semua yang saya sampaikan tadi, profesionalitas, inisiatif, pengembangan diri, disiplin, konsistensi, semuanya adalah bagian dari penilaian. Tapi saya ingin Bapak dan Ibu memandang evaluasi bukan sebagai ancaman, melainkan sebagai kesempatan untuk membuktikan diri.”tambahnya.
Ia menegaskan agar pembuktian itu dilakukan melalui kinerja yang nyata, dampak yang terukur, dan kontribusi yang konsisten bagi kemajuan organisasi dan masyarakat.
Ia juga menitipkan satu pesan sederhana “jadilah ASN yang hadir sepenuhnya, hadir dengan keahlian, hadir dengan integritas, hadir dengan semangat melayani, dan hadir dengan cinta yang tulus kepada masyarakat Maluku Tenggara yang kita layani bersama,”.
Dengan tegas bupati mengatakan masyarakat Maluku Tenggara tidak membutuhkan pegawai yang hanya mengisi absensi. Mereka membutuhkan pelayan yang sungguh-sungguh melayani.
Tidak ada komentar