“Perahu Layar” Budaya Leluhur Yang Diharapkan dapat Dilestarikan

waktu baca 2 menit
Senin, 9 Feb 2026 09:15 63 Redaksi

 

Langgur, Villa Manoa Kei melakukan terobosan yang menyentuh hati masyarakat orang kei disekitarnya, dan juga wisatawan internasional yang menghadiri Pelayaran Perdana “Perahu layar,”yang kini tinggal kenangan.

Sebuah peragaan budaya dan nilai-nilai sejarah yang telah lama tidak lagi terlihat, tiba-tiba muncul kembali ketika seorang wanita bernama Maria yang merupakan warga berkebangsaan asing, dengan inisiatifnya meluncurkan 2 perahu layar di pantai Ohoidertawun, Villa Manoa – Kei, Kecamatan Manyeuw, Kabupaten Maluku Tenggara pada Sabtu sore, 7 Februari 2026.

Momen tersebut terasa sangat menarik, lantaran pada peluncuran 2 perahu layar itu diiringi dengan bunyi tifa dan seruling oleh penabuh yang berasal dari Ohoi (Desa) Revav, disaksikan oleh wisatawan mancanegara dan sejumlah tamu lokal di villa tersebut.

Maria, wanita yang telah tinggal di kepulauan Kei sejak tahun 2019 akibat Covid-19, mengatakan kecintaanya terhadap budaya dan masyarakat di Kei, tempat dia tinggal ini.

“Kita harus kembali ke nila-nilai budaya sebelumnya, LebLeb (Perahu) ini haruslah kita jaga, tidak usah yang pakai mesin dan sebagainya itu tidak sesuai. Ini harus kita jaga,”pungkas wanita itu.

Kecintaannya akan budaya Kei, dan ingin melestarikan budaya tersebut, membuatnya rela dan bahkan betah tinggal di daerah ini, bahkan, dirinya turun langsung ke desa-desa untuk mecari jejak-jejak nilai budaya dengan mencari kayu yang cocok untuk perahu ini.

Maria ingin, Budaya kei dan pariwisata yang ada tidak dilepas-pisahkan, tetapi menjadi satu-kesatuan yang saling menunjang antara melestarikan, dan mempromosikan keindahan yang ada didaerah.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA