x

Info Perkembangan Arus Mudik Di Tual, Hanubun : Saat ini Capai 54 Persen

waktu baca 2 menit
Senin, 16 Mar 2026 13:09 120 Redaksi

 

Tual, Perkembangan arus Mudik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah di kepulauan Kei saat ini berjalan lancar tanpa hambatan, hinga terjadi kenaikan jumlah arus mudik dibandingkan tahun 2025.

Hal ini dijelaskan Ketua Harian Posko Angkutan Lebaran (Angleb) UPP Kelas II Tual Maza Hanubun saat wawancara dengan media diruang kerjanya, Senin (16//3/2026)

Hamzah menjelaskan, Pertanggal minggu 15 Maret 2026 sejak posko beroperasi, tercatat total penumpang naik (berangkat) sebanyak 3.985 Jiwa, sedangkan penumpang yang turun sebanyak 3.811 jiwa.

“Jika melihat data pembanding pada lebaran 2025 dan 2026, maka terjadi kenaikan 54 persen,terang Hamzah.

Adapun terkait dengan informasi prakiraan cuaca dari BMKG hingga saat ini masih berada pada kondisi rendah.

“Jadi saat ini masih pada angka 0,5-1,5 meter, jadi kami itu kalau sudah mencapai 2 – 4 meter baru ada warning yang dikeluarkan,”pungkasnya.

Dijelaskan Kesiapan armada untuk menjawab kebutuhan pelayanan saat ini sebanyak 14 armada dimana 4 armada milik PT. Pelni, 4 armada PSDKP, 3 Kapal ASDP, 3 kapal cepat.

Ia juga mengatakan hingga saat ini, belum mendapatkan laporan ataupun keluhan dari masyarakat, karena transportasi yang tersedia untuk pelayanan ke wilayah timur maupun ke arah barat terus beroperasi melayani masyarakat.

“Kami kemarin mengaca dari pengalaman sebelumnya terjadi overload capacity KM. Tatamailau dari timika itu sehingga sebelumnya 2 hari lalu telah dirapatkan dengan rektorat lalu lintas angkutan laut untuk kesiapan mitigasi hal ini tidak terjadi lagi.”paparnya.

Tindak lanjut juga telah dilakukan oleh PT. Pelni yang telah menyediakan 2 kapal melayani rute timur Timika – Agats – Merauke.

“Informasi yang didapatkan bahwa kapal KM Tatamailu menuju kesana, saat ini sebanyak 300 lebih penumpang telah naik, dan akan balik pada tanggal 20-21 maret, lalu setelah itu, tangal 7 april kembali ke papua lagi,”ucap Hamzah.

Dia menerangkan berdasarkan kebiasaan di pelabuhan Tual, penumpang ke arah timur Papua tidak sebanyak rute ke arah barat menuju hingga tanjung priok.

“Nanti kalau Nataru baru saudara-saudari dari arah timur itu banyak karena mereka kerja disana lalu balik ke kampung, tapi kalau Angleb ini arus barat yang banyak,”tutupnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA