Gelar Apel Pagi, Bupati Hanubun Tegaskan 3 Strategi ASN Unggul

waktu baca 4 menit
Kamis, 12 Feb 2026 08:29 34 Redaksi

Langur, Bupati Maluku Tenggara memberikan arahan tegas ketika memberikan arahan pada apel pagi yang melibatkan seluruh Aparatur Sipil Negara didaerah dalam rangka meningkatkan efektifitas, responsif, dan cepat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Arahan tegas disampaikan Bupati Muhammad Thaher Hanubun memberikan pidato pada apel pagi tersebut yang turut didampingi Wakil Bupati Charlos Viali rahantoknam yang bertindak sebagai Inspektur Upacara, serta seluruh Pimpinan OPD, Kamis (12/2/2026).

Bupati dalam pidatonya mengatakan sebuah refleksi yang harus direnungkan bersama.

Bahwasanya Presiden Prabowo Subianto pernah menegaskan bahwa ketahanan nasional membutuhkan tiga pilar keunggulan : aparatur sipil negara yang unggul, tentara yang unggul, serta polisi dan intelijen yang unggul.

Tentara dan polisi sudah memiliki jalurnya masing-masing dalam memperkuat pertahanan dan keamanan negara. Tetapi pilar pertama — aparatur sipil negara yang unggul — itulah yang menjadi tanggung jawab kita. Guru, dosen, tenaga kesehatan, kepala desa, camat, kepala OPD — kita semua adalah bagian dari pilar itu. Dan Presiden menaruh harapan besar pada kita.

Bagaimana caranya mewujudkan birokrasi yang unggul? Presiden telah memberikan arahan yang jelas:

“Birokrasi harus responsif terhadap kebutuhan masyarakat, efektif dalam pengelolaan anggaran, dan mampu mengimplementasikan kebijakan secara cepat.”paparnya.

Presiden juga mengarahkan agar birokrasi mentransformasi layanan publik melalui pendekatan digital, memperkuat koordinasi antar lembaga, dan memastikan setiap ASN berkontribusi maksimal dalam mencapai target pembangunan nasional.

Bupati juga mengutip pesan yang disampaikan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini, yang menerjemahkan arahan Presiden itu ke dalam tiga strategi membangun ASN Unggul:

Pertama, Kompetensi Digital. ASN harus memiliki kemampuan teknologi yang mumpuni untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman. Literasi digital adalah kunci agar pelayanan publik tetap relevan.

Kedua, Inovasi Berkelanjutan. ASN harus menjadi problem solver — pemecah masalah — bukan sekadar menjalankan pekerjaan rutin. Pimpinan OPD harus mendorong budaya inovasi di setiap unit kerja.

Ketiga, Berorientasi pada Pelayanan. Menempatkan kebutuhan masyarakat sebagai prioritas utama. Mampu melayani dengan hati — baik melalui teknologi maupun interaksi langsung.”Tandasnya.

Presiden juga selalu menekankan bahwa birokrasi harus bersih.

Setiap individu ASN harus berkinerja dan terus-menerus meningkatkan kompetensinya. Grand Design Reformasi Birokrasi Nasional menargetkan birokrasi kelas dunia — lincah, adaptif, berpikir ke depan, dan berpikir lintas batas.

“Sekarang, mari kita lihat cermin diri kita.”pungkas Bupati.

Sekarang Bupati ingin mengembalikan arahan Presiden Prabowo tadi. Beliau mengatakan birokrasi harus responsif, efektif, dan cepat.

Pesan ini perlu diterjemahkan ke konteks Maluku Tenggara:

Responsif, artinya ketika Ombudsman menunjukkan pelayanan kesehatan kita zona merah, kita tidak diam. Kita segera perbaiki standar pelayanan, perkuat Puskesmas, dan bangun kembali kepercayaan masyarakat. Ketika pengangguran naik, kita segera buka program pelatihan kerja — yang tahun lalu tidak kita laksanakan.

Efektif, artinya setiap rupiah APBD harus menghasilkan dampak nyata. SPIP dan APIP kita harus didorong mencapai target. Secara nasional, implementasi SAKIP telah berhasil mencegah potensi pemborosan anggaran negara yang sangat besar. Bayangkan, kalau tata kelola kita diperkuat, berapa banyak anggaran yang bisa lebih tepat sasaran untuk rakyat.

Cepat, artinya indikator-indikator tata kelola yang belum terukur harus segera kita ukur. Kita tidak bisa memperbaiki apa yang tidak kita ukur. Indeks Reformasi Birokrasi, Nilai SAKIP, Indeks SPBE — semua harus menjadi prioritas tahun ini.

ASN Unggul untuk Maluku Tenggara Hebat

Kutukan sumber daya (resource curse)  bukan takdir. Kutukan itu bisa dipatahkan. Dan yang mematahkannya adalah birokrasi yang unggul.

Presiden Prabowo menginginkan ASN yang berkinerja dan terus-menerus meningkatkan kompetensi. Menteri PANRB menginginkan ASN yang memiliki kompetensi digital, mampu berinovasi, dan berorientasi pelayanan.

“Saya, sebagai Bupati, menginginkan hal yang sama, dengan satu tambahan: Saya ingin setiap ASN Maluku Tenggara menyadari bahwa kita bukan bekerja di daerah biasa.”tegasnya.

Bekerja di daerah yang duduk di atas kekayaan laut luar biasa di persimpangan tiga wilayah pengelolaan perikanan, di perbatasan negara, dengan puluhan pulau dan ratusan ribu wisatawan.

Tanggung jawab kita lebih besar, karena potensi kita lebih besar.

Hari ini Bupati meminta tiga komitmen dari seluruh ASN Maluku Tenggara:

Satu, jadikan evaluasi kinerja sebagai diagnosis, bukan rapor. Pahami di mana kelemahan kita, dan perbaiki.

Dua, wujudkan arahan Presiden Prabowo tentang birokrasi yang responsif, efektif, dan cepat dalam kerja harian kita. Bukan slogan, tetapi tindakan nyata.

Tiga, patahkan kutukan sumber daya. Buktikan bahwa kekayaan alam Maluku Tenggara bisa menjadi berkah, bukan kutukan, dan kuncinya ada di tangan kita, di tangan birokrasi yang unggul.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA