FKUB Malra Gelar Pembinaan Antar Umat, Bupati : Kuncinya adalah menerima perbedaan

waktu baca 2 menit
Selasa, 30 Des 2025 03:05 151 Redaksi

 

porosmaluku.com – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Maluku Tenggara bersama Pemerintah Daerah menggelar Pembinaan Kerukunan Antar Umat Beragama bertempat di Syafira Hotel Langgur, Selasa (30/12/2025).

Hadir membuka kegiatan tersebut Bupati Maluku Tenggara Muhammad Thaher Hanubun bersama Ketua DPRD Malra Stefanus Layanan, sejumlah tokoh Agama, Tokoh Pemuda dan Pimpinan OPD Lingkup Kabupaten Maluku Tenggara.

Bupati Hanubun dalam sambutannya mengatakan intisari kerukunan antar umat beragama adalah menjunjung tinggi toleransi, saling menghormati, saling pengertian dan kerjasama untuk hidup berdampingan secara damai dan harmonis, tanpa mencampur adukan ajaran agama serta menghargai kesetaraan dalam menjalankan kewajiban agama masing-masing berdasarkan Pancasila dan UUD
1945.

“Kuncinya adalah menerima perbedaan, tidak memaksakan kehendak dan bersama sama menjaga keutuhan daerah kita tercinta.”ujar Bupati.

(Ketua DPRD Malra dan Pimpinan OPD dalam kegiatan FKUB, foto : Infohumas Malra)

Ia menegaskan pilar utama kerukunan antar umat beragama adalah :
Toleransi, sikap lapang dada menerima perbedaan keyakinan dan menghargai kebebasan beribadah orang lain.

Saling menghormati, menghargai
keyakinan,pandangan dan perasaan orang lain serta tidak mengganggu ibadah mereka.

Saling pengertian dan tenggang rasa,
memahami batasan agama lain dan bersikap peka terhadap perasaan mereka

Kerjasama, saling tolong menolong dan bergotong royong dalam kegiatan sosial dan pembangunan

Kesetaraan, menjamin hak setiap warga negara untuk beribadah sesuai agama dan kepercayaanya tanpa diskriminasi.

“Implementasi dalam kehidupan bermasyarakat ialah : Tidak memaksakan agama atau kepercayaan kepada orang lain,”pungkasnya.

Bupati menegaskan menjaga sikap dan ucapan agar tidak menyinggung keyakinan orang lain, Menyelesaikan perselisihan melalui musyawarah dengan melibatkan tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda

Mendukung program pemerintah dan menjaga ketertiban umum.

Seiring perajalanan waktu, benih-benih kasih sayang, saling menghormati, saling gotong royong, saling harmonis antar kita kian terkikis. Pesan para
leluhur Evav-Kei: “Vuut Ain Mehe Ngivun, Manut Ain Meher Tilur, Suuk Reen, Seang Fangnanang, Blet
Hormat” kini tinggal menjadi kenangan, tanpa narasi
dan literasi.

“Untuk itu, mari kita kembali merawat kebesaran ada istiadat kita dengan menjaga ucapan kita, kebiasaan
kita, tindakan kita, dan juga gagasan karya kita.”harapnya.

Kegiatan pembinaan ini dinilai penting dan strategis, untuk merumuskan pikiran-pikiran cerdas dan yang
terbaik dari kita, yang kita jadikan sebagai referensi penting dalam menghadapi berbagai kemelut
kemanusiaan yang terjadi di negeri kita, Maluku Tenggara yang kita cintai bersama, agar insya Allah menjadi negeri yang Baidatun Thoibatun Warobbun Gofur. (FSJ)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA