Langgur, Bupati Maluku Tenggara mengatakan Kecamatan Manyeuw, Kecamatan Kei Kexil Timur dan Kexamatan Kei Kecil Timur Selatan merupakan satu kesatuan ekosistem yang saling menopang dan bersinergi dalam pengembangan potensi wilayahnya.
Hal ini disampaikan Bupati Muhamnad Thaher Hanubun saat memberikan sambutan pada pembukaan Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tingkat Kecamatan Tahun 2027, Kecamatan Manyeuw, Kecamatan Kei Kexil Timur dan Kexamatan Kei Kecil Timur Selatan, bertempat di Gedung Amalir Loor, Ohoi Danar, Senin (2/2/2026).
Bupati Hanubun sebelumnya mengatakan, Musrenbang tiga kecamatan ini dilaksanakan bersama karena satu alasan yakni tantangan dan potensi yang saling terhubung, dan masa depan ketiga kecamatan ini akan lebih kuat jika dibangun bersama.
Kei Kecil Timur dan Kei Kecil Timur Selatan adalah lumbung pangan Maluku Tenggara, benteng ketahanan pangan dengan jagung, ubi, dan lainnya yang menghidupi rakyat.

Sementara Manyeuw adalah gerbang pariwisata, rumah bagi Ngurbloat, pasir putih terhalus. Ketika wisatawan datang ke Ngurbloat, mereka membutuhkan pangan lokal.
Dan pangan itu datang dari tanah-tanah di KKT dan KKTS. Ketiga kecamatan ini adalah satu ekosistem: pangan menyangga pariwisata, pariwisata mengangkat nilai pangan.
“Saya selalu mengatakan: tidak ada kecamatan yang miskin di Maluku Tenggara. Yang ada hanyalah kecamatan yang potensinya belum dikelola secara maksimal.”terang Bupati.
Dijelaskan, KKTS memiliki produksi kelapa tertinggi di Pulau Kei Kecil. KKT menghasilkan jagung dan ubi kayu yang menjadi tulang punggung pangan lokal.
Jika digabungkan keduanya, dan Maluku Tenggara memiliki kawasan pertanian terpadu yang bisa menjadi model kemandirian pangan.
Tetapi potensi ini bukan hanya soal menanam dan memanen.
Ekonomi kreatif bisa tumbuh dari sini: keripik ubi, tepung jagung, makanan tradisional Kei yang dikemas modern, semua ini bisa menjadi oleh-oleh khas yang dibawa pulang wisatawan dari Ngurbloat.
Kecamatan Manyeuw mungkin kecamatan dengan jumlah ohoi paling sedikit hanya 9 ohoi. Tetapi jangan ukur kekuatan dari jumlah. Manyeuw menyimpan harta karun pariwisata yang nilainya tidak terhitung.
Ngurbloat Pasir Panjang yang sudah mendunia, pasir putih terhalus. Ngur Sarnadan yang tak kalah indah. Kemudian ada Pantai Debut ditambah lagi potensi Ohoilir dan Ngirwarat yang bisa dikembangkan menjadi destinasi baru.
Desa Wisata Ohoi Ngilngof telah meraih penghargaan sebagai Desa Wisata Terbaik pada Ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Kunjungan wisatawan ke Maluku Tenggara terus meningkat dari 18.264 pada tahun 2020 menjadi 129.300 wisatawan pada tahun 2024. Rata-rata lama tinggal juga meningkat. Ini peluang besar. Tetapi peluang ini hanya bisa dioptimalkan kalau ketiga kecamatan bekerja bersama Manyeuw menyajikan destinasi, KKT dan KKTS menyuplai pangan dan produk lokal.
Bupati juga menjelaskan kondisi Dana Desa tahun 2026 mengalami pemotongan sangat besar. Pada Oktober 2025, alokasi Dana Desa untuk 190 ohoi ditetapkan Rp121,6 miliar. Namun dengan terbitnya PMK Nomor 7 Tahun 2026, alokasi itu dipotong menjadi Rp52,1 miliar turun 58 persen.
Pemerintah daerah berusaha menambal: Alokasi Dana Ohoi dari APBD Rp38,2 miliar, Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Rp2,8 miliar, BPJS perangkat ohoi Rp1,2 miliar. Total yang mengalir ke 192 ohoi tahun ini sekitar Rp94,3 miliar. Kita semua tahu: ini jauh dari cukup.
Ditengah kondisi ini, Bupati Menegaskan, Pertama, setiap rupiah Dana Desa yang tersisa harus dibelanjakan untuk hal yang langsung menyentuh kehidupan. Jalan usaha tani, embung pertanian, gudang penyimpanan hasil panen di KKT dan KKTS. Infrastruktur pendukung wisata seperti toilet bersih, dermaga kecil, penunjuk arah di Manyeuw.
Kedua, ohoi harus membangun pendapatan sendiri. Hasil pertanian diolah menjadi produk bernilai tambah, dikelola melalui BUMO dan koperasi.
Ketiga, hidupkan Ve’e Kesyang, Kebun Bekal di setiap ohoi. Program ini lahir dari kearifan lokal, jauh sebelum istilah ketahanan pangan populer di tingkat nasional. Bukan hanya untuk dijual tetapi pertama-tama untuk memastikan setiap keluarga punya cukup makan.

Bupati juga menegaskan kepada setiap ohoi harus menemukan keunggulannya.
Di KKT ada yang kuat di jagung, ada yang cocok untuk ubi. Di KKTS ada yang unggul di kelapa. Di Manyeuw ada yang jadi pusat wisata bahari, ada kampung budaya, ada yang mengembangkan kuliner.
“Ketika setiap ohoi kuat pada satu hal, kecamatan akan kuat pada banyak hal.”paparnya.
Memperkuat kolaborasi lintas kecamatan. Petani di KKT dan KKTS bisa memasok kebutuhan pangan wisatawan di Manyeuw. Pelaku wisata di Manyeuw bisa memasarkan produk olahan dari kedua kecamatan tetangga.
Meningkatkan kapasitas SDM. Petani yang memahami pengolahan hasil panen bernilai tambah. Pemuda terlatih sebagai pemandu wisata profesional. Pelaku UMKM yang mampu mengemas produk lokal menjadi oleh-oleh berkualitas.
Dan jaga kelestarian alam serta warisan budaya. Pasir Ngurbloat, terumbu karang, tanah pertanian titipan untuk anak cucu.
Tradisi sasi warisan leluhur adalah bukti bahwa orang Kei sudah memahami keberlanjutan jauh sebelum istilah itu populer.
Tidak ada komentar