Buka RKPD 2027 Kecamatan Kei Kecil, Wabup Viali Tegaskan Fokus Prioritas

waktu baca 4 menit
Selasa, 3 Mar 2026 09:28 39 Redaksi

Langgur, Pemerintah kecamatan Kei Kecil secara resmi menggelar Musrenbang Rencana kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027 yang dibuka oleh Wakil Bupati Maluku Tenggara Charlos Viali Rahantoknam di Balai Desa Langgur, Senin (2/2/2026)

Sambutan Bupati Maluku Tenggara Muhammad Thaher Hanubun yang dibacakan Wabup Viali menjelaskan, Musrenbang kecamatan bukan sekedar formalitas prosedural, musrenbang harus dimaknai sebagai ruang demokrasi perencanaan tempat di mana suara masyarakat bertemu dengan agenda pemerintah, tempat di mana kebutuhan nyata di lapangan dipertemukan dengan kemampuan dan prioritas anggaran daerah.

Diakui kondisi keuangan daerah dalam tahun-tahun terakhir ini tidak terlalu ideal. Hal ini berdampak pada kebijakan dan intervensi yang cenderung bersifat top-down.

Usulan dan masukan masyarakat diterima dan ditelaah sebagai referensi yang kemudian menjadi bagian dari kebijakan Untuk itu seluruh peserta untuk menjadikan forum ini sebagai forum yang produktif untuk berbagi dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.

Sebagai Kecamatan ibukota Kabupaten Maluku Tenggara Kei kecil memikul tanggung jawab yang besar. Kecamatan ini adalah wajar Kabupaten Maluku Tenggara pusat pelayanan publik pusat perekonomian, dan pusat pelayanan jasa.

“Apa yang terjadi di kei kecil, mencerminkan kondisi Maluku Tenggara secara keseluruhan.”ungkapnya.

Kemajuan kecamatan ini adalah kebanggaan bersama, permasalahannya adalah tanggung jawab yang harus kita pikul bersama.

Terhadap perencanaan tahun 2027 tidak bisa menutup mata terhadap kenyataan yang ada. Data dan fakta di lapangan berbicara dengan tegas bahwa Kecamatan ke kecil masih menghadapi sejumlah tantangan serius yang harus dijawab bersama dalam tahun 2027.

Wabup menerangkan sejumlaha persoalan yang dihadapi diantaranya :

Pertama, masalah pengangguran.

Tingkat pengangguran yang cukup tinggi di kecamatan ini menjadi salah satu sumber dari berbagai persoalan sosial dan gangguan.

Persoalan ini juga berkaitan dengan terbatasnya lapangan kerja oleh karena itu dalam tahun 2027 fokus pengentasan masalah pengangguran selain melalui program pelatihan dan pemberdayaan juga didorong untuk bagaimana lapangan kerja terbuka melalui investasi padat karya.

Kedua, kawasan pemukiman.

Kepadatan pemukiman di sejumlah kawasan dalam mendorong tumbuhnya lingkungan yang tidak layak huni. Data tahun 2025 menunjukkan bahwa Kecamatan Kei kecil mencatat jumlah rumah tidak layak huni sebanyak 779 unit.

Ini adalah cerminan dari kesenjangan yang harus segera ditangani secara serius dan terencana pelayanan perumahan perlu dilaksanakan dalam skala kawasan yang memungkinkan rumah dan lingkungan permukiman dikelola secara baik.

Ketiga, kemiskinan ekstrem.

Sesuai data tunggal sosial ekonomi penduduk miskin ekstrim di kecamatan Kei kecil mencapai 3.295 jiwa, Kecamatan Kei kecil berada di posisi kedua terbanyak dalam lingkup Kabupaten.

Hal ini berarti kemiskinan itu bukan hanya terjadi di kecamatan terjauh yang mungkin luput dari pandangan di sekitar kita di tengah-tengah pusat Kabupaten ini kemiskinan itu masih terjadi.

“Angka Ini bukan sekedar statistik di baliknya ada keluarga-keluarga yang setiap hari berjuang untuk bertahan hidup mereka adalah bagian dari tanggung jawab kita.”tegasnya.

Untuk itu perlu ditekankan tentang arti penting kinerja kolaboratif untuk pengentasan kemiskinan titik kemiskinan adalah persoalan multidimensi, Oleh karena itu penanggulangannya harus koherensif.

Keempat, stunting.

Kecamatan Kei kecil mencatat jumlah balita stunting terbanyak yakni 206 balita ini adalah alarm yang harus di dengar. stunting bukan hanya soal tinggi badan tetapi soal masa depan anak-anak tentang kualitas generasi penerus Kabupaten Maluku Tenggara.

Investasi pada gizi dan kesehatan anak hari ini adalah investasi pada SDM kita 20 tahun kedepan.

Menghadapi tantangan tersebut dibutuhkan partisipasi dan dukungan semua pihak dan untuk Itu dari sisi kebijakan pembangunan daerah tahun 2027 beberapa hal yang menjadi fokus di kecamatan Kei kecil antara lain :

Pertama, meningkatkan kinerja perekonomian khususnya sektor pelayanan jasa yang menjadi keunggulan komparatif kecamatan ini. Kei kecil harus menjadi pusat jasa yang dinamis, modern dan inklusif yang memberikan ruang bagi semua kalangan untuk berpartisipasi secara ekonomi,

Kedua, berfokus pada penumbuhan modal manusia kelompok Pemuda. Pemuda kei kecil harus menjadi aktor pembangunan bukan penonton melalui pelatihan keterampilan, pemberdayaan wirausaha muda, dan pelibatan aktif dalam program-program pembangunan, diharapkan tidak hanya mandiri secara ekonomi tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

Ketiga, mendorong pembangunan sentra ekonomi UMKM yang terintegrasi dengan program penanganan kemiskinan dan penataan kawasan kumuh UMKM yang tumbuh di lingkungan yang tertata, bersih, dan layak huni akan menjadi fondasi ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan.

“Penduduk miskin harus menjadi pelaku bukan hanya penerima manfaat.”harapnya.

Dia menegaskan agar memprioritaskan yang benar-benar prioritas, jangan menjadikan forum ini sebagai ajang titipan kepentingan kelompok tertentu.

“Musrembang yang baik akan menghasilkan perencanaan yang baik dan perencanaan yang baik adalah separuh keberhasilan pembangunan.”tutupnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA