
Langgur, Anggota DPRD Kabupaten Maluku Tenggara benedictus fadly Renyaan memberikan penjelasan kepada masyarakat di Ohoi Ngayub tentang alasan usulan Pokok Pikiran (Pokir) beberapa waktu ini belum optimal terealisasi.
Hal ini disampaikan Fadly saat melaksanan Reses II Tahun 2026 bertempat di Balai Desa Ohoi Ngayub bersama Anggota DPRD malra Rosmitha Indah Lestari, Jumat (15/5/2026).
Fadly dalam kesempatan tersebut menjelaskan Reses merupakan kewajiban agar anggota DPRD turun dan mendengarkan segala masukan dan saran dari masyarakat.
Dikatakan untuk realiasi Pokir terakhir kali terealisasi adalah pada akhir tahun 2023 dan awal tahun 2024, tetapi untuk tahun 2025 – 2026 tidak dapat terealisasi akibat kebijakan efisiensi anggaran oleh pemerintah pusat
Politisi partai Perindo memaparkan pada tahun 2025 terjadi pemotongan sebesar potong 75 milyar yang rata-rata adalah DAK infratruktur dikasih Nol, sedangkan 70-80 persen anggaran di DAU di tarik ke pusat, hal yang sama juga terjadi untuk dana desa.
“Sedangkan DAK Pemberdayaan hanya sedikit-sedikit itu yang jalan ada. Anggaran yang dipotong kemudian dialihkan pada program nasional seperti Dapur MBG, Kopdes Merah Putih, dan program lainnya.”ucap Fadly.

Ia juga menegaskan segala saran dan usulan dari masyarakat akan tetap dicatat dan akan tetap diperjuangkan untuk tahun 2027 nanti.
Fadly memberikan penjelasan tersebut sambil menunjukan usulan-usulan program bantuan melalui aplikasi SIPD milik Pemerintah Daerah. Hal ini dilakukan agar masyarakat dapat mengetahui secara transparan alasan program belum bisa direalisasi.
“Ada beberapa usulan yang sudah masuk banyak, namun melalui Inpres nomor 1 tahun 2025 maka efisiensi anggaran dilakukan berdampak pada usulan-usulan yang dimasukan,”paparnya.
Fadli juga menjelaskan kondisi sejumlah Dinas yang ada memiliki kendala yang signifikan akibat anggaran yang dikelola sangat kecil.
Diterangkan terdapat usulan bantuan untuk Ohoi Ngayub pada tahun 2027 yaitu bantuan peternakan ayam bertelur di Ohoi Ngayub.
Bantuan tersebut diusulkan dengan harapan agar ohoi ngayub dapat turut serta menjadi penyedia telur segar untuk program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Tidak ada komentar