Bupati Malra Hadiri Peresmian Tugu 100 Tahun Di Jemaat GPM Soindat

waktu baca 2 menit
Minggu, 28 Des 2025 04:56 173 Redaksi

(Bupati Maluku Tenggara Muhammad Thaher Hanubun hadiri peresmian Tugu 100 Tahun Jemaat GPM Soindat. Foto : Daniel Mituduan)

Langgur, – Bupati Maluku Tenggara Muhammad Thaher Hanubun menghadiri pengresmian Tugu Injil 100 Tahun yang bertempat di Desa Soindat, Kecamatan Kei Besar Selatan, Minggu (28/12/2025).

Kehadiran Bupati didampingi Pimpinan Forkopimda, memberikan kesan yang mendalam bagi masyarakat.

Bupati Thaher saat memberikan sambutan mengatakan, ada ungkapan Religius sebagai ungkapan Iman, yakni “Agama mempunyai seratus jiwa”. Segala sesuatu jika telah dibunuh pada kali pertama akan mati untuk selamanya, kecuali agama. Sekalipun dia seratus kali dibunuh, dia akan hidup dan bangkit lagi karena Agama memiliki Roh yang akan tetap Hidup dalam keabadiannya.

Dewasa ini manusia kembali yakin bahwa di tengah gemuruhnya arus perkembangan teknologi dan modernitas, agama tetap menjadi pegangan, kompas pedoman arah buat manusia di setiap jejak langkahnya.

Agama hadir dan memainkan perannya sebagai stabilisator dan dinamisator yang mengatur segala realitas manusia yang sering retak.

Sosiolog Karl Manheim, mengatakan bahwa, agama berfungsi sebagai pemberi makna dan penjelasan atas hidup masyarakat.

Bagi setiap penganutnya, agama tetap dirasakan begitu penting, kendati di zaman di mana teknologi telah tumbuh menjadi suatu kratos (kekuatan) tersendiri.

“Ini terbukti dalam perjalanan panjang 100 Tahun Injil di Ohoi Soindat, betapa Kekristenan telah memainkan peran yang signifikan dalam kehidupan masyarakat Ohoi Soindat sejak masuknya Injil pertama kali.”ucap Bupati.

Dikatakan Kekristenan yang dianut oleh Masyarakat Soindat telah benar – benar dihayati sebagai jalan menuju keabadian sejati bersama Allah di Surga, sekalipun dipercaya, Bahwa dalam perjalanan panjang itu, banyak tantangan yang dihadapi termasuk mungkin saja kevakuman Pendeta yang kemudian diisi oleh Para Guru Agama.

“Tantangan-tantangan itu tidak meruntuhkan Iman Jemaat Soindat. Hal ini hendaknya menjadi penyemangat bagi kaum Muda di masa sekarang.”pungkasnya.

Orang nomor satu di Maluku Tenggara itu berpesan kepada seluruh Jemaat GPM Soindat untuk sekiranya dapat menghayati kesejatian Iman yang dianut dan menjadikan perbedaan bukan sebagai sekat pemisah tetapi sebagai warna dalam kemajemukan yang indah.

Dengan semangat Iman yang hakiki dan cara hidup yang seturut kehendak Tuhan, segala daya upaya kita dalam mewujudkan kesejahteraan dan kehidupan yang lebih baik akan dapat terwujud. Maluku Tenggara membutuhkan manusia – manusia yang beriman tidak hanya beragama.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA