Volume Kulit Sampah Durian Di Ambon Alami Peningkatan

Volume Kulit Sampah Durian Di Ambon Alami Peningkatan

10
0
BERBAGI
Volume Kulit Sampah Durian Di Ambon Alami Peningkatan

AMBON,POROSMALUKU.COM :Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan Kota Ambon Alfredo Hehamahua,kepada wartawan di Balai Kota Ambon saat ini sampah kulit durian mengalami peningkatan drastis, akibat musim buah durian pada umumnya di Maluku dan khususnya Kota Ambon ini.

“Tapi karena Ambon jadi pusat perdagangan itu akhirnya konsumen pigi (pergi) di Ambon Saparua masuk belum lagi Pulau Ambon punya sendiri lagi yang Kota Ambon terutama Leitimur Selatan dengan Soya Kecamatan Sirimau,”ungkap dia kepada wartawan di saat ditemui di Balai Kota Ambon, akhir pekan lalu.

Menurutnya sampah yang dihasilkan sebagian besar dari kulit durian yang dijual pedagang dari luar Kota Ambon maupun dari Pulau Ambon. “Sampah kulit durian yang rutin kami angkut 3 kubik dan kemudian di jalan-jalan luar pasar itu langsung dibuang ke tps terdekat, ada juga tumpukan kecil langsung katong (kita) angkut untuk sampah-sampah titik semu tapi kalau yang banyak itu Pasar Mardika, terminal itu setiap malam itu katong angkut 8-10 kubik. Jadi kalau kita punya orientasi itukan yang paling besar itu 7 ton jadi kali saja, 7 kali 10 kubik itu 70 ton,”ulasnya.

Dia menambahkan, sebagiann petugas merasa kesulitan dalam menangani sampah kulit durian, dimana volume sampah yang meningkat sehingga dan ketika dilakukan pembersihan secara menyeluruh. “Sampah kulit durian berbeda dengan sampah rumah tangga, dimana kulit sampah durian dapat merusak tangan petugas, meskipun demikian petugas dengan senang hati melakukan pembersihan,”kata dia.

“Kemudian kami hanya mempunyai satu alat berat untuk mengangkat kulit durian sampah tersebut sehingga anak-anak juga sudah kewalahan dan setengah mati, karena memang sampah yang diangkut ini bukan bicara kesadaran masyarakat saja karena volume durian masuk ke kota Ambon,”tambah dia. Jadi memang kata dia pihaknya tidak bisa mengantisipasi buah-buah durian yang masuk dari luar Ambon, karena pihaknya tidak punya kewenangan membatasi buah durian yang dibaqwah dari daerah ini.

“Kita lihat ini banyak jalur yang masuk baik lewat Liang, tapi misalnya juga untuk daerah Jasirah itukan katong seng bisa mengantisipas, jadi pada prinsipnya ini katog layani saja untuk pengangkutan kalau katong mau bilang kerjasama dengan Dishub Kota Ambon, Dishub juga seng ada punya otoritas untuk menahan dan menagih dong,”ungkapnya (PM-02)

BERBAGI

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY