Tiga Elemen Bahas SOP Peringatan Dini Tsunami

Tiga Elemen Bahas SOP Peringatan Dini Tsunami

190
0
BERBAGI

AMBON,POROSMALUKU.com – Tiga element yang didalamnya terdapat United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO), Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika RI serta Pemerintah Daerah dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi dan Kota Ambon akhirnya bersepakat untuk melakukan kajian terhadap Standar Operasi Prosedur (SOP) Mata Rantai Peringatan Dini Tsunami, Selasa (9/2) di Marina Hotel.

Unesco Office Jakarta, Ardito Kodijat dalam sambutannya mengaku kegiatan ini merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan lantaran masalah bencana alam merupakan masalah yang ekslusif penanganannya. Untuk itu, lewat kegiatan ini menjadi sebuah langkah awal dalam melakukan pencegahan sebelum bencana tersebut. Dia menjelaskan, kegiatan ini akan merangkum seluruh pikiran ketiga elemen yang berhubungan langsung dengan tanggap bencana sehingga ada kesamaan persepsi.

“Dari kegiatan ini sebenarnya yang kita harapkan adanya kesamaan persepsi dalam langkah penanganan bencana sejak dini, karena bencana tidak bisa kita prediksi kejadiannya,”ungkap Kodijat.

Selain itu, Perwakilan BMKG RI, Moch Riyadi dalam sepenggal katanya mengatakan, dari kegiatan ini juga dapat menciptakan energik tersendiri dan diimplementasikan secara baik oleh stakeholder penanggulangan bencana ini. Dia juga mengharapkan agar kegiatan dalam rangka kajian terhadap SOP mata rantai peringatan dini Tsunami dapat dipahami semua pihak terutama pemerintah dalam rangka mensosialisasi ulang kepada masyarakat terhadap kesiapsiagaan bencana.

“Bencana alam dan Tsunami tidak bisa kita prediksi sehingga yang bisa dilakukan adalah siap siaga dalam rangka penanggulangan bencana dimanapun dan kapanpun,”jelasnya.

Sementara itu, Bachrie Lumbessy selakuy Staf Ahli Bidang Hukum dan Ham Setda Maluku dalam acara tersebut menjelaskan perlunya langkah-langkah yang konkrit dalam rangka penanganan bencana. Berbagai langkah tersebut patutnya diperkuat sehingga terciptanya kesiapsiagaan masyarakat dan dibantu dengan sosialisasi pemerintah terhadap masyarakat. “Untuk itu, pemerintah daerah menyambut baik pelaksanaan kegiatan workshop ini, sehingga kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana dapat dilakukan sejak dini,”tandasnya. SEL

BERBAGI

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY