Ribuan Warga Kota Ambon Belum Miliki e-KTP

Ribuan Warga Kota Ambon Belum Miliki e-KTP

45
0
SHARE

Ambon, Porosmaluku,com – sekitar 46 ribu lebih Warga Kota Ambon yang belum miliki eKTP sampai saat ini.

Hal ini disampaikan oleh Plt Dikdukcapil kota Ambon, Selly Haurissa kepada wartwan di Ambon, Rabu (25/04/2017).

Menurutnya, kemarin telah diusulkan 55 ribu blanko, tapi dari kuota yang didapatkan hanya 10 ribu lembar blanko.

Sekalipun telah mendapat jatah 10.000 lembar blanko elektronik kartu tanda penduduk (e-KTP) dari pemerintah pusat, kota Ambon masih kekurangan puluhan ribu blanko e-KTP. Pasalnya, hingga saat ini sekitar 46 ribu lebih warga yang belum memiliki e-KTP.

Namun, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) akan lebih memprioritaskan bagi warga yang membutuhkan.

“Kemarin, kita sudah menerima blanko eKTP dari pemerintah pusat sebanyak 10 ribu. Tetapi itu memang belum mencukupi. Karena masih sangat kurang” ujarnya.

Ia mengakui, dari 46 ribu warga tersebut memang baru melakukan perekaman di masing-masing kantor kecamatan. Sehingga baru diberikan surat keterangan (suket) untuk berbagai kepentingan pengurusan administrasi.

Akan tetapi, lanjut Haurissa, dari kuota yang diberikan sebanyak 10 ribu tersebut akan dibagikan kepada yang benar-benar membutuhkan. Khususnya bagi para pelajar yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar daerah maupun untuk kebutuhan pekerjaan hingga berbagai keperluan penting lainnya.

“Tentunya, dari 10 ribu blanko ini, kita akan memprioritaskan bagi yang benar-benar membutuhkan. Misalnya yang ingin kuliah ke luar daerah, orang yang sakit yang membutuhkan BPJS, bagi warga yang ingin naik haji serta keperluan penting lainnya. Jika sudah melakukan perekaman tentu kita akan mempermudah untuk miliki eKTP. Intinya kita prioritaskan bagi yang membutuhkan,” tandasnya.

Jika e-KTP warga yang masa berlakunya sampai 2018 maka bisa tetap mempergunakan. Karena masa berlakunya akan sama dengan seumur hidup. Bahkan bagi warga yang baru nikah, dan ingin menggantikan statusnya pada e-KTP, maka bisa dilakukan. Akan tetapi untuk mendapat e-KTP yang baru belum bisa dilakukan. Karena e-KTP tersebut masih bisa digunakan untuk kepentingan pengurusan administrasi lainnya.

“Masa berlaku e-KTP hingga 2018, itu secara otomatis seumur hidup. Nanti ketika sudah berjalan normal baru bisa dilakukan pengurusan untuk memperoleh e-KTP baru. Dan bagi yang benar-benar membutuhkan bisa langsung datang ke kita untuk pengurusan. Dan itu tanpa perwakilan,” terangnya.

Haurissa menambahkan, saat ini Disdukcapil telah mengusulkan untuk penambahan kuota blanko e-KTP kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI lewat Direktur Jenderal (Dirjen) Capil. Tergantung realisasi dari pemerintah pusat. Karena ketika dibagikan, masing-masing daerah mendapat kuota yang berbeda.

“Nanti kita lihat, dari usulan yang sudah kita lakukan kapan direalisasi. Jika sudah dibagikan, tentu kita mendapat jatah. Dan langsung akan dilakukan untuk pencetakan bagi yang lainnya. Karena pastinya kita membutuhkan blanko baru. Jadi sementara menggunakan yang seperti itu dulu bagi yang sudah perekaman. Termasuk yang baru berumur 17 tahun,” ucapnya. (Ello)

SHARE

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY