Pihak Trans 7 Penuhi Pangggilan DPRD Maluku

Pihak Trans 7 Penuhi Pangggilan DPRD Maluku

0
0
SHARE
Pihak Trans 7 Penuhi Pangggilan DPRD Maluku

AMBON,POROSMALUKU.COM – Kontroversi penayangan terkait Suku Bati pada program On The Spot beberapa waktu lalu, pada salah satu televisi nasional yakni Trans 7,akhirnya pihak Trans 7 penuhi panggilan DPRD Maluku,Kamis (26/10/2017),setelah terjadi demonstrasi kemarin .

Dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Richard Rahakbauw, diadakan mediasi antara perwakilan Save Bati ,pihak Trans 7 ,Dosen Fisip sang narasumber ,perwakilan KPI bersama para Anggota DPRD, di Ruang Rapat Paripurna, Baileo Rakyat Karang Panjang, Ambon. Ada banyak hal disana yang membuat kami tersinggung dalam pengambilan gambar dan narasumber, karena tidak satupun menggambarkan tentang Suku Bati.

“Tidak ada satupun Tokoh Adat asli Suku Bati yang menjadi narasumber. Juga, pengambilan gambar pun tidak menggambarkan tentang Suku Bati serta lokasinya bukan di daerah Bati, “ungkap salah satu anak Suku Bati.

Pihak Trans 7 pun, dibawah pimpinan Nur Ariyanto selaku Executive Producer program On The Spot, dengan gamblang menyatakan permohonan maaf jika ada kekeliruan terhadap penayangan tentang Suku Bati.

Pihaknya menerangkan, memang kita akui narasumber dan referensi tayangan tentang orang Bati ini, dari yang kita anggap valid, benar dan kuat. Pertama, dari Nasional Geografic, majalah Times Magazine, Narasumber dari Prof. Dr. Pelupessy. Itu yang jadikan dasar kita untuk membuat tayangan tentang Orang Bati ini.

“Mungkin kesalahan yang Saya lihat di tim kami adalah ada ketidak lengkapan informasi atau referensi yang kita ambil dan dapatkan. Sehingga mungkin ada, tayangan yang akhirnya terjadi, ternyata tanpa kita sengaja, tidak terduga oleh kita, membuat tersinggung atau ada ketidaksukaan atau keberatan dari pihak tertentu khususnya masyarakat Bati di SBT.

Untuk hal itu, mungkin ada kesalahan yang kita sendiri merasa tidak sadar. Saya atas nama program On The Spot, dengan ini menyatakan permohonan maaf, terhadap semua pihak yang merasa tersinggung dan dilecehkan atau tidak suka ,atas keterbatasan informasi yang kita punya,”ungkap Ariyanto dihadapan peserta rapat.

Menurutnya, ini adalah bentuk tanggungjawab kami, untuk tindak lanjut kami ,terhadap On The Spot Trans 7 ,untuk mengfollow up tentang masalah tadi. Kita berencana akan melakukan liputan lanjutan, langsung ke SBT ke Gunung Bati.Tujuannya,untuk mengklarifikasi ,memberikan, memaparkan informasi lebih lanjut. bahwa masyarakat Bati ternyata lebih dari yang sebelumnya kita sampaikan. “Rencananya,Kami ke sana (sbt-red) tanggal 1 November tahun 2017 mendatang, “bebernya.

Adapun penyampaian pendapat dari pihak KPID yang disampaikan oleh Ketua KPID Maluku Mutiara Dara Utami, serta sang pemilik buku Dr.Drs.Pieter Jacob Pelupessy, M. Si yang notabene sebagai salah satu narasumber, juga para Anggota DPRD Maluku yang turut serta dalam rapat medias tersebut. Jadi, kesimpulan kita adalah dari pendapat yang disampaikan oleh adik-adik ,pendapat Trans 7 ,pendapat KPID, pendapat Pak Professor, dan teman2 pimpinan DPRD, maka kesimpulan akhir adalah pertama pihak Trans 7 salah. Salah Karena tidak melakukan rincian terhadap fakta-fakta yangb dikedepankan itu.

Jadi feedback nya kepada masyarakat Bati, melakukan protes. Dan karena itu, Saya sudah koordinasi dengan teman-teman dari Bati, mereka minta untuk Trans 7 bisa melakukan permohonan maaf, tujuh hati berturut-turut Di media pusat maupun lokal,itu permintaan mereka.

Harus ada Santai adat, karena ini sudah ada pelanggaran sebuah adat daripada masyarakat Bati, akan mereka bicarakan dengan orang tua mereka.

Dan Santai adat itu, teman dari Trans 7 bisa lakukan dan memfasilitasi bertemu dengan pihak trans 7 Di Jakarta, Kalau semuanya sudah clear, mereka akan bawa teman ke Bati Untuk melayangkan seluruh yang berkaitan dengan fakta sebenarnya yang Ada di masy Bati sendiri, bisa disepakati itu teman2 dan sepakat.yang Ketiga, Saya minta teman2 Trans 7 harus punya kantor, karena kita bermitra dalam menayangkan sebuah pemberitaan, bisa nerkoordinasi secara kelembagaan, karena Dari 11 kab/kota.yg tentunya mereka punya adat istdt Dan trans dlm penayangan tidak salah dalam pemberitCOM (PM-02)

SHARE

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY