Pemprov Maluku Gelar Forum Diskusi Penyampaian Saran Kebijakan

Pemprov Maluku Gelar Forum Diskusi Penyampaian Saran Kebijakan

79
0
SHARE

AMBON, Porosmaluku,com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku menggelar forum diskusi penyampaian saran dan kebijakan, dengan tema, “DIPLOMASI POROS MARITIM DALAM RANGKA PENATAAN WILAYAH KEPULAUAN PROVINSI MALUKU DI TENGAH DINAMIKA EKONOMI ASEAN”, selasa (25/10/2016) dilantai VII kantor Gubernur Maluku.

Gubernur Maluku yang di wakilkan oleh Wakil Gubernur Maluku, Zeth Sahuburua, mengatakan, Secara geo-strategi Maluku terletak pada posisi silang geo-ekonomi dan geo-politik global yang berhadapan langsung dengan kawasan Asia Pasifik dan kawasan Australia – Oceania, serta terletak pada Zona Flores -Banda Ecoregion dan Coral Triangle. Yang tidak kalah penting, Provinsi Maluku dilalui jalur laut atau lintasan ALKI-3 yang menghubungkan dua samudera yaitu Samudera Hindia dan Samudera Pasifik, yang merupakan jalur penting bagi lalu lintas perdagangan dunia.

Hal ini sejalan dengan Visi Pemerintah menjadikan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia, Provinsi Maluku secara geografis, geo-politik, maupun geo-ekonomi layak dijadikan sebagai Poros Maritim Indonesia. Bahkan realisme-historis juga membuktikan bahwa sejak dahulu kala, kekayaan alam cengkeh dan pala telah menjadikan Maluku sebagai salah satu tujuan utama jalur perdagangan dunia, yang dikenal dalam sejarah dengan jalur rempah (spice route).

Lanjutnya, visi mewujudkan Maluku sebagai Poros Maritim Indonesia, adalah sebuah gagasan besar untuk merespons era transformasi yang sedang terjadi, dimana pusat gravitasi geo-ekonomi dan geo-politik dunia bergeser dari negara-negara Barat ke negara-negara Asia Timur.

“Poros Maritim (maritime axis) bagi Provinsi Maluku mesti dipahami sebagai momentum untuk menjadikan Maluku sebagai pusat kegiatan ekonomi nasional maupun regional, tentunya dengan memanfaatkan potensi sumberdaya alam unggulan di bidang kelautan dan perikanan,” ujarnya.

Dijelaskan, potensi perikanan di wilayah Maluku setiap tahun mencapai 26,5% dari potensi perikanan Nasional, baik yang bersumber dari perikanan tangkap maupun perikanan budidaya.

Potensi ini menjadi modal penting untuk membangun industri perikanan sebagai sumber kekuatan ekonomi daerah, yang memberikan kontribusi besar bagi kemakmuran masyarakat Maluku, serta menopang ketahanan pangan nasional.

“Karena itu, tidak berlebihan jika Pemerintah dan masyarakat Maluku memperjuangkan Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional. Disisi lain, laut Maluku menyimpan potensi pertambangan yang melimpah, diantaranya potensi gas abadi di Blok Masela yang saat ini mendapatkan perhatian khusus Pemerintah,”tuturnya.

Sebagai institusi yang melahirkan generasi muda cerdas dan peduli terhadap Maluku, saya yakin dan percaya bahwa ide-ide dan pemikiran cemerlang untuk percepatan pembangunan Maluku sebagai provinsi berciri kepulauan, akan mempercepat terwujudnya kesejahteraan rakyat Maluku.

“Saya berharap, forum ini dapat melahirkan kebijakan-kebijakan dan konsep diplomasi maritim Indonesia yang konstruktif dan terarah bagi upaya pembangunan Maluku dan Indonesia kedepan,”tutupnya (GL)

SHARE

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY