Pemkot – Kemenko Polhukam Gelar Pemantapan Bela Negara

Pemkot – Kemenko Polhukam Gelar Pemantapan Bela Negara

245
0
BERBAGI
Rapat Pemantapan Koordinasi Bidang Bela Negara.

AMBON,POROSMALUKU.Com: Pemerintah Kota Ambon bersama Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan RI (Kemenko Polhukam) menggelar rapat pemantapan Koordinasi Bidang Bela Negara kepada lurah, raja, kepala desa, dan saniri di Kota Ambon yang berlangsung di Aula Baileo Oikumene, Jln. Pattimura Ambon (14/4) pagi. turut dihadiri oleh Sekretaris Kota Ambon, A.G.Latuheru, Ketua DPRD Kota Ambon, Jemi Maatita, pimpinan SKPD di lingkup Pemkot Ambon dengan menghadirkan narasumber dari Kemenko Polhukam.
Sekretaris Kota Ambon, A.G.Latuheru saat membacakan sambutan tertulis Wali Kota Ambon menyatakan, Masyarakat Kota Ambon memiliki rasa memiliki cinta Tanah Air yang sangat tinggi dan kuat, terlihat dalam perjuangan Provinsi Maluku yang adalah salah satu dari delapan daerah yang turut menghadirkan Negara Indonesia.
“Kita di timur yang pertama kali menikmati matahari terbit tetapi justru yang terlambat dalam menikmati pembangunan di negara ini,” ucapnya.
Baginya, patut bagi setiap orang untuk dapat membela dan mempertahankan kesatuan negara ini sesuai dengan tupoksi masing masing.
Dia menambahkan, Pemerintah Kota Ambon, pernah mempersiapkan membentuk kader khusus beberapa waktu lalu, tetapi belum sempat dilantik, bila dalam kesempatan seperti ini ada petunjuk lanjutan, tentu akan kita sesuaikan.
Sementara itu, Brigjen TNI 1 Dewa Ketut Siangan Asdep Koordinasi Kesadaran Bela Negara Kementerian Koordinator Bidang Politik,hukum, dan keamanan saat memberikan pemaparannya menyebutkan, kita mesti bangga menjadi warga negara indonesia terhadap paham paham radikal yang membahayakan.
Saat ini banyak hal yang berkembang, seperti dampak narkoba, media sosial, maupun yang lainnya, karena itu yang diperlukan adalah sikap dan perilaku kita sebagai warga negara yang baik.

“Bela negara bukan soal angkat senjata tentang¬†ideologi, politik, sosial budaya maupun pertahanan dan kemanan negara,tetapi soal sikap dan perilaku yang mesti diwujudkan sesuai dengan pancasila, UUD, Bhineka Tunggal ika dan NKRI,dan sesuai dengan wawasan kebangsaan,” paparnya.
Urusan bela negara bukan hanya urusan TNI/POlRI saja tetapi semua orang.
pembentukan kader perlu dilakukan agar mampu menyebarluaskan ke masyarakat, Tahun 2015 lalu telah dibentuk 4500 kader bela negara di 45 kab kota di Indonesia.
diharapkan kader ini dapat menyebarluaskan informasi ke masyarakat.

“Kader bela negara ini,bukan pasukan militer tetapi hanya untuk mengubah sikap dan perilaku masyarakat bahwa Pancasila adalah Ideologi Negara, Rela Berkorban maupun Asaz lainnya yang sesuai dengan Ideologi Negara ini,” tutupnya. EL

BERBAGI

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY