Pemkot Gandeng Vlisingen Belanda Gelar Pengobatan Bedah Plastik

Pemkot Gandeng Vlisingen Belanda Gelar Pengobatan Bedah Plastik

36
0
BERBAGI

Ambon, Porosmaluku,com – Sebagai bentuk implementasi kerjasama antara Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon dan Pemerintah Vlisingen Belanda, maka dipastikan pemerintah Vlisingen Belanda akan melakukan pengobatan bedah plastik yang terpusat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Haulussy Ambon.

Hal ini disampaikan oleh, Sekretaris Kota Ambon, Anthony Gustav Latuheru kepada wartawan di Ruang Media Canter Kota Ambon, Selasa (28/02/2017).

Latuheru mengatakan, Pemerintah Vlisingen Belanda akan menggelar pengobatan bedah plastik.

“Jadi, Pemerintah Vlisingen Belanda akan melakukan berbagai program kerjasamanya di Kota Ambon, khusus di Bidang Kesehatan Pemerintah Vlisingen akan menggelar bedah plastik bagi masyarakat di Kota Ambon sebagai bentuk kepedulian serta mengimplementasikan program yang dirancang dalam proses kerjasama dengan Kota Ambon,” ujarnya.

Menurut Latuheru tim medis yang akan datang ke Kota Ambon untuk mengelar pengobatan bedah plastik itu berjumlah 11 orang. Pengobatan bedah plastik ini dikhususkan bagi penderita bibir sumbing, bekas luka bakar bahkan penyakit yang namanya kontraktur.

Pengobatan akan dilaksanakan pada tanggal 6 -17 maret 2017 di Ambon. Hingga saat ini, baru 2 orang tim medis yang datang diantaranya ahli pemasang gips dan dokter ahli dari tim SSVA dan dipastikan hingga harinya, 9 tim medis lainnya bakal tiba di Ambon untuk menyelengarakan kegiatan itu.

“Sejumlah tim medis yang akan menyusul untuk hadir di Kota Ambon diantaranya Dokter Anastesi, dan para asisten dokter,”ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Pengobatan Bedah Plastik asal Vlisingen Belanda, Mr Djim dalam keterangannya juga mengaku pengobatan ini merupakan bukti tindaklanjut yang dilakukan bersama antara pemerintah Kota Ambon dan Kota Vlisingen di berbagai bidang.

Djim mengharapkan, pengobatan bedah plastik ini dapat dirasakan oleh seluruh warga masyarakat terutama bagi masyarakat yang berada pada kategori ekonomi lemah ke bawah.

“Kita akan prioritas masyarakat yang berasal dari masyarakat ekonomi lemah sehingga pemberdayaan dari program tersebut bisa dirasakan secara merata,”jelasnya.

Menurutnya, telah melakukan kerjasama dalam rangka melaksanakan kegiatan ini selama sebulan lalu, untuk itu pihaknya menargetkan akan mendapatkan pasien di atas 60-100 orang. (Ello)

BERBAGI

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY