Pemkot Ambon dan DPRD Bangga Melihat Perkembangan Siswa Penerima Beasiswa Study And...

Pemkot Ambon dan DPRD Bangga Melihat Perkembangan Siswa Penerima Beasiswa Study And Work In Japan

3
0
BERBAGI

AMBON,POROSMALUKU.COM ; Setelah melakukan monitoring dan evaluasi selama kurung lima hari mulai dari tanggal 12-17 maret di Tokyo, Kyoto dan Fokouka, Pemerintah Kota Ambon dan DPRD merasa bangga terhadap perkembangan 16 siswa penerima beasiswa studi and work in japan.

Kebanggaan in disampaikan langsung Wakil Walikota Ambon Syarief Hadler kepada wartawan setelah melihat berbagai prestasi akademik oleh para siswa disana. Dimana dua diantaranya merupakan lulusan terbaik dari sekolah bahasa.

“Kemampuan bahsa dari 16 siswa ini tidak bisa diragukan karena berada pada level tertinggi dalam penguasaan bahasa Jepang,”ucap Hadler yang merupakan ketua tim kunjungan ke Jepang, yang turut didampinggi Kepala Dinas PU Endrico Matitaputy, Kepala Dinas Pendidikan Fahmi Salatalohy, kepala badan keuangan dan asset daerah Jack Talahatu, Wakil Ketua DPRD Ambon Ely Toisutta, pimpinan dan anggota komisi II, serta ketua Komisi I dan III.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD kota Ambon Ely Toisutta mengungkapkan kehadiran pimpinan dan anggota DPRD untuk memberikan dukungan bagi siswa-siswi yang mengikuti program studi and work ini Japan ini.

Dirinya bersama pimpinan dan anggota DPRD lainnya menyadari begitu penting dan bermafaatnya program tersebut, disamping memberikan penguasaan ilmu dan teknologi yang baik bagi para siswa dengan IPK yang tinggi dan membawa kesiapan siswa untuk bersaing ditingkat nasional maupun international, namun dari program ini juga terbetuk karakter insane calon pembangun bangsa, khususnya kota Ambon yang tangguh, berdisiplin tinggi dan mandiri “Bekal, ilmu, karakter dan motivasi yang terbangun ini akan mendorong mereka semua ketika telah lulus dan akan mengabdi bagi kota Ambon,”tuturnya.

Dirinya mengakui, pihaknya mengiginkan agar program ini dapat berjalan secara terus menerus, namun sayangnya kebijakan SMA/SMK-sederajat telah beralih menjadi kewenangan pemerintah provinsi.

Untuk itu, pihaknya akan menyurati DPRD Provinsi Maluku dan Pemda Maluku untuk dapat melanjutkan program ini. “Kita akan menyurat ke DPRD Provinsi untuk bisa melanjutkan program ini, sehingga kerjasama ini tidak akan berkhir disini, namun bisa berjalan terus menerus,”ucapnya.

Ditanya mengenai ketidak ikutsertaannya anggota DPRD fraksi Gerindra dalam kunjungan ke Japan, menurutnya hal tersebut dikembalikan ke masing-masing fraksi.

Sementara kunjungan pimpinan dan anggota Komisi II, serta ketua komisi I dan III dikarenakan ada pertimbangan politik anggaran yang ada di DPRD. Sementara itu, Ketua Koordinator kerjasama studi and work in japan Rony Mail, menjelaskan 16 siswa tersebut tersebar di beberapa Universitas dengan mengambil bidang teknik mesin, enginering, teknik lingkungan, manajemen keperawatan, akuntansi, hukum dan hubungan internasional. Dirinya menjelaskan, beasiswa yang diberikan kepada 16 siswa untuk menjalani pendidikan selama 5 tahun.

Jikalaupun ada siswa yang melebihi waktu yang ditentukan maka harus menanggulangi semua biaya pendidikan disana. Setelah mengikuti pendidikan, ke-16 siswa tersebut akan kembali mengabdi di pemerintah kota Ambon dalam benuk non CPNS maupun PNS sesuai prosedur. Yang ditempatkan di bidang sesuai kompetensi yang dimiliki “jadi mereka akan pulang dan mengabdi kurung wakti minimal 2 tahun pemkot, setelah itu apakah mau mengabdi, melanjutkan studi, atau bekerja dimana saja silahkan, karena pemkot telah menyiapkan SDM yang berkualitas di seluruh Indonesia maupun global international,”pungkasnya. (PM-02)

BERBAGI

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY