Pembangunan Victoria Park Tower Resmi Diputuskan

Pembangunan Victoria Park Tower Resmi Diputuskan

532
0
BERBAGI

AMBON,Porosmaluku,com : Gubernur Maluku, Said Assagaff secara tegas menyatakan Momerandum of Understanding (MoU) milik PT Spacecon untuk membangun Victoria Park Tower di Kota Ambon tidak lagi berlaku. Dengan demikian MoU tersebut telah diputuskan oleh pemerintah provinsi.

“MoU dari PT Spacecon untuk membangun victoria park tower itu sudah putus, dan ini saya tegaskan,”ujar Assagaff, Selasa (26/7) di kantor Gubernur Maluku.

Alasan pemutusan kontrak kerja yang dilakukan yakni lantaran pihak PT Spacecon tidak melakukan aktivitas pekerjaan proyek selama 3 tahun. Padahal, kata Assagaff, dalam MoU yang dibuat secara sadar oleh pihak perusahaan menyetujui bila dalam kurun waktu 3 tahun tidak ada pekerjaan maka secara otomatis, MoU dan kerjasama yang dilaksanakan batal.

“Dalam MoU itu jelas, dalam 3 tahun jika tidak dikerjakan maka secara otomatis, MoU tidak lagi berlaku,”jelasnya.

Assagaff mengatakan, putusnya kerjasama dengan PT Spacecon guna membangun gedung setingkat 40 lantai di Maluku ini tidak mengganggu masuknya investasi di Maluku, malahan, ujar orang nomor satu di daerah ini banyak investor yang mengantri guna menanam sahamnya di Maluku.

“Sudah ada banyak investor yang mengantri guna menanamkan sahamnya di Maluku,”tuturnya.

Sementara itu, dari jauh-jauh hari pihak pemerintah provinsi telah mewanti-wanti adanya pemutusan kontrak kerjasama ini, hal ini terbukti lantaran tidak menaati surat teguran gubernur, kata Kabid Kerjasama dan Promosi Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Maluku, Danny Kildoda, di Ambon. Ia mengatakan batas waktu toleransi yang diberikan kepada Spacecon hanya 12 bulan sejak surat teguran dikeluarkan pada 16 Agustus 2013.

Teguran tersebut merupakan bagian dari penandatanganan kontrak antara Pemprov Maluku dan PT. Spacecon International di Ambon pada 29 September 2010, dan kesepakatan kontrak Bangun Serah Guna (Build Operated Transfer – BOT) yang ditandatangani pada 23 November 2010.

“Jadi pembangunan hotel maupun rencana mendukung pengembangan Bandara Internasional Pattimura untuk mengoptimalkan ekspor dari pengelolaan sektor kelautan dan perikanan terancam batal karena kontrak kerja bakal diputuskan Pemprov Maluku,” ujarnya.

Dijelaskan, sekiranya PT.Spacecon International tidak mematuhi teguran untuk merealisasikan pembangunan fisik hotel sesuai ketentuan waktu, maka kontrak kerjanya terancam dicabut. Danny mengakui, manajemen Spacecon International telah menanggapi teguran tersebut dengan menjamin realisasi pembangunan fisik hotel setelah berbagai ketentuan terkait anggaran, asuransi dan lainnya rampung.

Manajemen Spacecon International awalnya mengisyaratkan, bila berbagai ketentuan, terutama berkaitan dengan anggaran dibutuhkan lebih dari 200 juta dolar AS rampung, maka paling cepat November 2013 pembangunan fisik hotel bisa direalisasikan.

“Tapi hingga saat ini tidak ada kegiatan apa pun. Dalam kontrak kerja disepakati, setelah 12 bulan pasca teguran ketiga disampaikan dan PT.Spacecon tidak merealisasikan pembangunan fisik hotel, maka Pemprov Maluku berhak membatalkan kontrak kerja,” kata Danny.

Peletakan batu pertama pembangunan hotel Victoria Park dilakukan pada 27 Januari 2012. Manajemen Spacecon International awalnya mendisain hotel berlantai 40, tetapi kemudian mengubahnya menjadi 50 lantai, dan karena itu harus melakukan revisi amdalnya. (Ello)

BERBAGI

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY