Pelaku Teror Bom, Dijerat Hukuman Mati

Pelaku Teror Bom, Dijerat Hukuman Mati

111
0
BERBAGI

Ambon, Porosmaluku,com – Pelaku Aksi Teror Bom atas nama simpatisan Islamic State in Iraq and Syria (ISIS) ke sejumlah bank di Kota Ambon, dijerat ancaman hukuman pasal 6 UU Nomor 15 tahun 2013  ada­lah pidana mati atau penjara se­umur hidup, atau paling si­ngkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun. Sedangkan pasal 368 KUHP maksimal 9 tahun penjara.

Penebar teror Bom yang merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Pertanahan Kabupaten Maluku Tengah, Wirasman Rukua (33), diringkus Densus 88 Anti Teror Polda Maluku, Minggu (25/12/2016) di rumahnya Desa Nania, Keca­matan Baguala Kota Ambon, pukul 16.00 WIT.

“Pelaku sudah ditangkap dan ditahan, yang bersang­ku­tan dijerat dengan pasal 6 UU Nomor 15 tahun 2003 tentang pemberantasan terorisme dan atau pasal 368 KUHP atau pasal 35 KUHP,” kata Kabid Humas Polda Maluku,  AKBP Abner R Tatuh kepada war­tawan di ruang kerjanya, Senin Kemarin.

Tatuh mengatakan, Wiras­man berhasil ditangkap ber­da­sarkan pengembangan pe­nyidikan.

“Penangkapan oleh tim ga­bungan Densus 88 dan ang­gota Polda Maluku berda­sarkan pengembangan. Ter­sang­ka mengirimkan surat per­­mintaan uang kepada  se­jumlah bank di Ambon de­ngan alasan uang tersebut untuk membantu perjuangan ISIS di Suriah,” jelas Tatuh.

Sebelum ditangkap, ang­gota Densus 88 membun­tuti Wiras­man dari Gunung Ma­lin­tang hingga ke rumah­nya di Nania.

Tatuh menyebutkan, Wiras­man mengirim surat teror bom ke sejumlah bank yakni,  BNI Batu Merah, BNI AY Patty, Bank Mandiri Mardika,  Bank Mandiri Pattimura,  BCA Mar­dika, BRI AY Patty,  BCA Ca­bang Ambon Ambon, BRI Urimessing dan Bank Mega.

“Saat penangkapan, anggo­ta kepolisian menyita laptop merk HP, printer canon yang diguna­kan untuk cetak surat, gergaji besi, semen sisa membuat bom, sisa pipa untuk mem­buat bom,  kabel dan satu buah ekspedisi. Kini ka­sus­nya sedang dalam penyi­dikan,” kata Tatuh.

Wirasman juga melakukan teror ke Kantor Bank Maluku Pantai Mardika, Senin (20/12/2016). Setelah surat ancaman teror yang dikirim ke sejumlah bank tak digubris, Wirasman kemu­dian melakukan teror  ke Bank Maluku Pantai Mardika.

Ia meletakan kantong plas­tik hitam ber­isikan potongan pipa plastik, kabel  merah hitam,  selotip ber­warna hitam, lilin mainan, dan selembar kertas putih yang ter­tulis alamat email: shalahuddi nalindunisy@gmail.com diletakan di depan bank. (PM-05)

BERBAGI

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY