Latuheru Terpilih Menjadi Ketua PGRI Kota Ambon

Latuheru Terpilih Menjadi Ketua PGRI Kota Ambon

144
0
BERBAGI

LAMBON, Porosmaluku,com : Anthony Gustav Latuheru yang juga Sekretaris Kota Ambon terpilih menjadi Ketua Persatuan Guru Indonesia (PGRI) Kota Ambon masa bakti 2016-2018 dalam Konferensi III PGRI Kota Ambon (4/8)

terpilihnya Latuheru sebagai Ketua PGRI Ambon sesuai Surat Keputusan pengurus Provinsi PGRI Maluku Nomor 91/Kep/Mal/VIII/2016, atas pemilihan bersama seluruh peserta saat Konfrensi III PGRI Kota Ambon yang digelar di Aula SMKN 1 Ambon yang berlangsung sejak 2 -4 Agustus lalu.

Dalam acara pelantikan dimaksud turut dihadiri oleh Ketua PGRI Maluku, M. Saleh Thio, Pengurus PGRI Provinsi Maluku dan Kota Ambon, kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, dan Seluruh kepala sekolah semua jenjang yang tergabung dalam anggota Asosiasi PGRI Maluku.

Ketua PGRI Maluku, Saleh Thio dalam sambutannya menjelaskan, PGRI sesungguhnya memiliki prestasi yang luar biasa dengan hadirnya Ketua PGRI Kota Ambon yang baru.
PGRI merupakan organisasi profesi yang memiliki peran penting dalam mencerdaskan pendidikan anak bangsa di daerah ini.

“Kita mesti iktiar untu menjadikan organisasi ini sebagai organisasi yang sehat, dengan menjunjung tinggi AD/ART,” ujarnya.

Ditambahkan, saat ini organisasi PGRI dihadapkan dengan tantangan organisasi tandingan PGRI, bahkan dengan munculnya permasalahan guru yang semakin kompleks, karena itu menjadi tanggungjawab kita untuk memberikan pemahaman yang positif kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan di Maluku agar tidak salah dalam menentukan organisasi guru di daerah ini besar harapan, agar kedepan seluruh guru di Maluku termasuk Kota Ambon dapat tergabung menjadi anggota PGRI.

Dirinya melihat, PGRI saat ini masih ada dalam kepentingan politik yang berusaha merasuki para guru dan tenaga kependidikan, politisasi itu juga masih dirasakan hingga saat ini, mestinya kita berkaca sejak awal terbangunnya organisasi ini, tentu sudah sepatutnya kita mengawal seluruh persoalan pendidikan di negara ini

“Jangan lagi kota mau dipolitisasi dengan kepentingan poliitk saat ini, tetapi semua guru dan tenaga kependidikan sudah harus jeli, tanggap terhadap seluruh persoalan pendidikan yang terjadi,” tandasnya.

Dia beranggapan, guru di Maluku saat ini butuh pengamanan akibat dari adanya perilaku app normal dan kualifikasi yang belum memadai, pihaknya bekerja keras agar seluurh persoalan guru dan tenaga kependidikan di Maluku ini dapat terselesaikan dengan baik dengan mengggunakan trik dan cara tersendiri salah satunya dengan melakukan pemerataan guru di sekolah.

Sementara itu ketua PGRI Kota Ambon terpilih, A.G Latuheru dalam sambutannya mengatakan, dirinya berterima kasih karena mendapatkan mandat untuk menjadi Ketua PGRI Kota Ambon periode 2016-2018 nanti, kepemimpinan ini mestinya dalam kurun waktu lima tahun tetapi karena adanya ketentuan baru dari pusat akhirnya hanya akan berlangsung selama tiga tahun, saya tidak ingin dipanggil sebagai ketua, lebih baiknya dipanggil Koordinator PGRI.

Baginya, setelah terpilih sebagai Ketua PGRI Maluku, dirinya berkomitmen untuk membawa organisasi ini dengan dua prinsip yakni Kolektif dan Tranparansi, dengan tetap berupaya untuk untuk mengaktifkan kembali seluruh cabang organisasi ini agar dapat berkembang, dengan membagi tanggungjawab kepada masing masing organisasi agar dapat terorganisasi secara baik.

“Saya akan mengupayakan agar ada kantor sekretariat yang representatif, agar semua kepengurusan baik pendataan dan yang lainnya dapat dirancangakan dengan baik dan terstruktur,” ungkap Latuheru

Dirinya berkeinginan untuk menjadikan PGRI sebagai rumah bersama dimana guru dan tenaga kependidikan akan merasa nyaman untuk tinggal dan menetap di bawah organisasi ini. Eda

BERBAGI

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY