Hariany Resmi jabat Kepala BPOM

Hariany Resmi jabat Kepala BPOM

8
0
BERBAGI

AMBONPOROSMALUKU.COM. Sesuai dengan Keputusan Kepala Badan POM Republik Indonesia Nomor HK.04.01.1.242.02.18.0839 Tangaal 14 Februari 2018 telah mengesahkan Hariany Jabatan Kepala Balai Pengobatan Obat dan Makanan (BPOM) serah terima Jabatan berlangsung di Aula Kantor BPOM Maluku, Rabu (21/2/2018).

Mantan Kepala Balai POM Provinsi Maluku, sandra Linthin mengatakan, pekerjaan yang belum selesai saat menjabat adalah melakukan pengawsan. “Sekarang pengawasan baru mencapai 34 persen, karena belum terjangkau seluruh pulau-pulau yang ada di Provinsi Maluku,” katanya kepada awak media usia acara Sertijab.

Menururtnya, masih perlu pengawasan yang harus dilaksanakan sampai ke seluruh pelosok daerah di Maluku. Maka sangat diharapkan adanya dukungan dari teman-teman Pers untuk membantu dalam program ini kedapan.

“Sekarang saya akan memberikan lanjutan pengawasan ini kepada kepala Balai POM yang baru untuk dapat bersinergi dengan semua pihak terkait agar pengawasan yang dilaksanakan dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan yang diinginkan,” tutupnya singkat.

Pada Kesempatan yang sama, Kepala Balai POM yang baru yakni Hariani mengatakan, terkait dengan pengawasan yang jauh dari Kota Ambon perpu perpanjangan tangan. “Balai POM tidak bisa bekerja sindiri, maka sangat dibutuhkan stakeholder lainnya dalam perpanjangan tangan agar seluruh pengawasan sampai ke tingkat kecamatan di Maluku dapat dijangkau,” katanya.

Dia mengakui, kedepan kerjasama ini akan dilakukan lebih baik sehingga fungsi melindungi masayakat di bidang kesehatan dapat sinergis sehingga tidak ada yang bekerja secara sendiri-sendiri tapi bersama-sama.

“Dengan adanya Inpres 3 Tahun 2017 dimana terdapat 10 instansi yang memang sudah mendapat tupoksi masing-masing dalam bekerja,” ucapnya.

Lanjutnya, program pengawasan sampai ke pelosok Maluku sudah diprogramkan dalam tahun ini agar berjalan dengan lancar.”kerjasama dan informasi yang cepat dan akurat sangat bermanfaat bagi keselamatan masyarakat di Provinsi Maluku,” tandasnya.(PM-02)

BERBAGI

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY