Hardiknas Hendaknya Jadi Pelita Bagi Orang Maluku

Hardiknas Hendaknya Jadi Pelita Bagi Orang Maluku

91
0
BERBAGI

AMBON,POROSMALUKU.Com : Perayaan Hari Pendidikan Nasional Kali ini hendaknya dapat menjadi pelita bagi orang Maluku sendiri.

Hal ini diungkapkan, Wakil Gubernur Maluku , Zeth Sahuburua saat perayaan Hardiknas yang digelar di Lapangan Merdeka Kota Ambon (2/5).

“Pendidikan hendaknya menjadi pelita bagi orang Maluku, agar bisa dengan jernih menata masadepan yang lebioh baik lagi, sejalan dengan tema Hardiknas tahun 2016 ini yakni “Nyalakan pelita, terangkan cita-cita” bisa menjadi tema yang benar-benar berperan sebagai pelita bagi setiap anak bangsa yang bisa membuatnya untuk melihat peluang, mendorong kemajuan, menumbuhkan karakter dan memberikan kejernihan dalam menata dan menyiapkan masadepan,” ungkapnya.

Baginya, Hari Pendidikan Nasional yang kita rayakan karena kita termasuk diantara yang ikut merasakan dampaknya, sehingga pada Bulan Mei, dimana Hardikns terletak, maka ayo kita bergerak ikut terlibat dalam memperluas dampak pendidikan terhadap saudara-saudara sebangsa yang belum sepenuhnya merasakan kesempatan itu,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Saleh Thio menjelaskan, momentum Hardiknas yang dirayakan hari ini menandakan bahwa Maluku telah melakukan suatu kebijakan dalam mewujudkan Maluku cerdas.

Dalam sambutan resmi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Anies Baswedan yang dibacakan oleh Wakil Gubernur Maluku, Zeth Sahuburua juga mengatakan, perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dirayakan sebagai wujud dari pentingnya kualitas manusia.

“Meramalkan masa depan akan semakin sulit karena ketidakpastian perubahan yang ada, sehinngga yang harus kita pastikan kepada anak-anak kita adalah kita harus memberikan dukungan sepenuhnya kepada mereka untuk menyiapkan diri meraih kesempatan yang terpampang dihadapannya,”cetusnya.

Menurutnya, salah satu dukungan yang harus diberikan kepada anak-anak Indonesia saat ini adalah, memastikan apa yang akan dipelajari, dibutuhkan untuk menjawab tantangan jaman dalam hal ini keterampilan utuh sangat dibutuhkan anak-anak Indonesia di abad 21 yang mencakup tiga komponen yaitu, kualitas karakter, kemampuan literasi dan kompetensi.

Yang mana, karakter terdiri dari dua bagian yakni, karakter moral mencakup nilai pancasila, keimana, ketakwaan, integritas, kejujuran, keadilan, empati, rasa welas asih, dan sopan santun. Hal lain yakni, karakter kinerja mencakup kerja keras, ulet, tangguh, rasa ingin tahu, inisiatif, gigih, kemampuan beradaptasi dan kepemimpinan.

“Tentunya kita tidak ingin anak-anak Indonesia menjadi anak yang jujur tapi malas, rajin tapi culas. Karena itu, keseimbangan karakter baik ini akan menjadi pemandu dalam menghadapi lingkungan perubahan yang begitu cepat,” ujarnya. EL

BERBAGI

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY