Hamili Gadis 17 Tahun, Warga Mangga Dua Dilapor Polisi

Hamili Gadis 17 Tahun, Warga Mangga Dua Dilapor Polisi

314
0
SHARE

Ambon, Porosmaluku,com – Hamili gadis 17 tahun, warga Mangga dua berinisial BW dilaporkan ke kantor Polisi Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease.

Berdasarkan laporan di Mapolres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, tindak pidana Pencabulan ini terjadi di Penginapan Soabali jalan Soabali kecamatan Nusaniwe kota Ambon sejak bulan Juni 2016 lalu sekitar pukul 22.00 WIT dan dilaporkan pihak keluarga Sabtu (28/1/2017).

Kepada wartawan diruang kerjanya, senin (30/1/2017), Kasubbag Humas Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease Iptu N Anakotta menjelaskan kejadian berawal ketika pelaku menghubungi korban melalui pesan singkat untuk bertemu. Korban yang tidak berpikir kemana dia akan dibawa kemudian mengiyakan janji temu tersebut.

“Korban diajak ketemu di depan penginapan Soabali tanpa rasa curiga korban mengiyakan dan pergi menuju tempat yang dijanjikan,”jelasnya.

Menurutnya, setelah Tiba di TKP pelaku yang sudah menunggu korban kemudian mengajak korban ke dalam penginapan yang mana pelaku telah memesan kamar.

“Ternyata pelaku sudah merencanakan sebelumnya dengan memesan kamar untuk memuluskan perbuatan bejadnya, dengan memesan salah satu kamar di penginapan tersebut, dan menarik korban masuk kedalam kamar,”ujarnya.

Sebelum melancarkan aksinya pelaku mengawali dengan ngobrol dengan korban setelah melihat ada celah mencium korban, melepas pakaian korban dan menyetubuhi korban. Perbuatan pelaku dilakukan secara berulang ulang sehingga membuat korban akhirnya hamil.

Kejadian terungkap setelah orang tua korban melihat perubahan dari tubuh korban pada bagian perut yang semaki membesar.

“Awalnya korban mengelak berdalih tidak ada yang salah dengan tubuhnya, tetapi setelah paksakan oleh keluarga untuk di periksa, akhirnya ketahuan usia kehamilan korban ternyata sudah menginjak 7 bulan,” pungkasnya.

Orang tua korban tidak terima anaknya dihamili, mereka melaporkan kasus ini ke kantor Polisi Polres Pulau Ambon, tetapi setelah Polisi hendak mengamankan pelaku, pelaku sudah tidak berada di rumahnya.

“Perbuatan pelaku tersebut melanggar pasal 82 Undang-undang 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dan atau pasal 285 KUHPidana tentang persetubuhan dengan anak dibawah umur dengan ancaman 15 tahun kurungan penjara,” tegasnya. (PM-05)

SHARE

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY