Gubernur Lepaskan Peserta Pawai Ta’aruf

Gubernur Lepaskan Peserta Pawai Ta’aruf

43
0
BERBAGI

Ambon, Porosmaluku,com – Gubernur Maluku Said Assagaff melepaskan peserta pawai Ta’aruf menjelang pelaksanaan Tanwir Muhammadiyah yang merupakan bentuk dari perkenalan diri dan budaya masing-masing daerah kepada masyarakat.

“Dengan kegiatan ini kita bisa saling berta’aruf tentang realitas kebhinekaan kita sebagai bangsa yang besar. Dengan memahami lebih dekat dan mendalam fakta kebhinekaan bangsa ini, kita dapat belajar untuk saling memahami, saling menghargai, saling menghormati, saling mencintai, saling membanggakan, saling menopang dan saling menghidupi,” kata Gubernur saat akan membuka Pawai Ta’aruf di Lapangan Merdeka Ambon, Kamis (23/2/2017).

Menurutnya, hal menarik dalam tradisi orang Maluku, acara pawai ta’aruf atau karnaval, walaupun itu menyangkut satu agama tertuntu, biasanya umat beragama lainnya akan ikut berpatisipasi.

“Saya ingin sampaikan kepada rombongan-rombongan peserta pawai ta’aruf, meskipun jalur-jalur yang akan dilalui nanti sudah diatur pengamanan oleh petugas terkait, hendaknya para peserta lebih berhati-hati dan tertib dalam pelaksanaan pawai,” ujarnya.

Ia berharap para peserta pawai dapat saling menjaga dan mengutamakan keselamatan, sehingga pawai ta’aruf benar-benar dapat menyajikan sebuah event seni, religi, dan budaya yang menumental dan bermanfaat untuk pembangunan martabat dan keadaban bangsa ini kedepan.

“Saya juga mengajak seluruh warga masyarakat Maluku yang ada di Ambon ini, marilah kita menyambut dan menyaksikan pawai ini dengan tertib. Hindari desak-desakan yang berlebihan yang bisa menimbulkan hal-hal yang tidak kita ingin bersama,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haider Nasir mengatakan, pawai ta’aruf ini untuk dapat saling mengenal satu dengan yang lainnya, maka diberikan nama ta’aruf saling berkenalan. Dan dari saling berkenalan, bisa saling berbagi, bisa selalu bersama membangun Maluku, membangun Indonesia.

Ta’aruf ini ada dalam rangkaian kegiatan Tanwir Muhammadiyah, ia menjelaskan Tanwir merupakan siding tertinggi setelah Muktamar Muhammadiyah yang diadakan khusus di Kota Ambon.

Ia pun menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Gubernur Maluku, jajaran pemerintah provinsi Maluku, bersama seluruh masyarakat Maluku khususnya yang berada di Kota Ambon, yang telah menyambut baik kedatangan para peserta tanwir, bahkan  bersedia menjadi panitia tanwir.

“Oleh sebab itu, kehadiran kami hari ini juga akan tentu membrikan sumbangan yang baik untuk kesuksesan tanwir, tetapi tanwir itu sendiri sesungguhnya merupakan usaha dari Muhammadiyah untuk melekatkan kita sebagai keluarga besar bangsa,” ungkapnya.

Selain itu, katanya, Muhammadiyah yang ber-tanwir di Ambon, Maluku juga merupakan bagian dari usaha mereka untuk dapat mensejahterahkan, mencerahkan dan memajukan kehidupan bangsa.

“Kami yakin Muhammadiyah dengan dukungan seluruh masyarakat Maluku, dan juga bapak Gubernur dan wakil gubernur dan jajaran pemerintahan akan bersama-sama membangun Maluku ini. Kami yang sudah membangun lembaga pendidikan, kesehatan dan pelayanan sosial diseluruh tanah air, Insya Allah dengan kebersamaan kita dari berbagai lapisan dan golongan masyarakat, Maluku akan menjadi berkemajuan,” pungkasnya.

Dari pantauwan media ini, Peserta pawai pun berjumlah kurang lebih 1000 orang yang terdiri dari marsinben, pasukan bendera merah putih, paduan suling, Siswa-Siswi dari TK sampai SMK Muhammadiyah. Mereka mulai start diLapangan Merdeka Ambon Pukul 09.15 WIT, berjalan menyusuri jalan AY Patty, kemudian melewati Trikora, Jalan Dr. Latumeten, Talake dan finish di Islamic Center Pukul 10.05 WIT.

Sepanjang jalan tampak banyak sekali masyarakat yang begitu antusias untuk menonton aksi saat pawai, bahkan ada juga yang mengabadikan. Peserta pawai mengenakan pakaian adat, pakaian cakalele dan ada juga yang mengenakan pakaian seragam sekolah. (PM-05)

BERBAGI

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY