DPRD Minta Kerjasama Orang Tua Atasi Pungli Menjelang UN

DPRD Minta Kerjasama Orang Tua Atasi Pungli Menjelang UN

31
0
BERBAGI

Ambon, Porosmaluku,com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ambon meminta agar tidak ada praktek pungutan liar (Pungli) di sekolah-sekolah, menjelang Ujian Nasional (UN) pada bulan April mendatang.

“Peran orang tua sangat penting dalam membantu, ketika terjadi pungli di sekolah. Ada anggaran untuk tiap-tiap sekolah. Jadi disayangkan kalau sampai terjadi pungli,” Kata Ketua Komisi I DPRD Kota Ambon Zeth Pormes kepada wartawan di Ambon, Senin (13/3/2017).

Pormes mengatakan, kalau ada kedapatan terjadi pungli, agar dilaporkan terhadap pihak terkait biar perlu kepada DPRD, dan disertai bukti di lapangan yang didapatkan.

“Orang tua jangan takut untuk melaporkan jika terjadi Pungli, nanti akan kita tutupi nama pelapor jadi tidak perlu takut, jadi bisa kita mengusutnya,” terangnya.

Sehingga kata Pormes, tidak ada lagi ketakutan dari para pelapor, kalau seandainya kasus ini ketahuan anaknya yang akan bermasalah disekolah tersebut.

Dirinya menjelaskan, para pengelola sekolah Negeri di kota Ambon harus berfikir dua kali untuk melakukan pungli. Hal itu bisa di laporkan ke aparat berwenang, karena pungutan bisa dikatakan sebagai gratifikas.

Ia menegaskan, pungli dengan dalil sumbangan sukarelawan dari orang tua siswa sudah jadi agenda tahunan harus segera dihilangkan. Menurutnya, apapun dalilnya tetap tidak boleh, apalagi dengan alasan uang gedung atau sebagainya. Soalnya nyata-nyata gedung-gedung sekolah di kota Ambon sepenuhnya tanggung jawab pemerintah.

“Kalau ada orang tua siswa diminta sejumlah uang agar anaknya bisa lolos ujian, saya minta agar segera melapor kepada kami atau pihak kepolisian atau ke kejaksaan,” ujarnya.

Kepada pemerintah kota Ambon maupun Pemprov Maluku, agar memberikan sanksi tegas kepada pihak sekolah yang terlibat melakukan pungli.

“pemerintah harus memberikan sanksi tegas, Karena sekolah juga menjadi wewenang pihak pemerintah, harus tegas menyikapi oknum-oknum yang terlibat pungli,” tandasnya.

Untuk menyikapi hal ini, kedepan adanya pengangkatan kepala sekolah melalui jalur yang ketat. Agar kiranya kepala Sekolah betul-betul orang yang memenuhi kriteria, yang mampu menjalankan tugas dengan baik, dan bebas dari pungli, yang membuat resah para orang tua. (PM-05)

BERBAGI

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY